#pelanduknapu#perburuanliar#beritalampung

DPO Pemburu Pelanduk Napu Dibekuk, Komplotan Diduga Sering Pasang Jerat di TNBBS

( kata)
DPO Pemburu Pelanduk Napu Dibekuk, Komplotan Diduga Sering Pasang Jerat di TNBBS
Barang bukti peralatan memburu yang diamankan petugas. Foto: Dok

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polsek Bengkunat Polres Lampung Barat menangkap DPO Pemburu Pelanduk Napu (hewan sejenis kancil dan dilindungi) di sekitar Taman Nasional Bukit Barisan selatan berinsial AA (23) warga Pekon Way Tias, Bengkunat Pesisir Barat. Pelaku dibekuk di sebuah kebun miliknya, tak jauh dari kediam pelaku pada Sabtu (6/7/2019).

Kapolres Lampung Barat AKBP Doni Wahyudi melalui Kapolsek Bengkunat IPtU Ono Karyono mengatakan, pelaku merupakan DPO sejak Oktober 2017. Kejadian bermula pada 8 September 2017, para saksi dari pihak Security salah satu perusahaan yang juga mengamankan kawasan TNBBS sedang berpatroli. Kemudian mereka memergoki para pelaku, dan sisa-sisa bekas hewan buruannya tersebut. Karena kepergok para pelaku melarikan diri.

"Para pelaku ini DPO dan berburu menggunakan senapan jenis senjata locok dan senjata angin di wilayah Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) wilayah Konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) dengan cara menembak satwa yang dilindungi jenis Napu (Tragulus Napu), kemudian napu tersebut di sembelih kemudian dipangang dan dimakan hati dan jeroannya,  sedangkan daging dipanggang (diasap) untuk di makan," ujarnya kepada Lampost.co (7/7/2019).

Dalam beraksi, pelaku dibantu beberapa rekannya berinisual D (25), U (27), dan A (24). Dari pengakuan pelaku sementara, mereka baru dua kali berburu Napuh.

Dari pengakuan pelaku, berdalih hanya dua kali berburu Napu yakni, pada sekitar 15 September mereka menangkap 4 ekor Napu, dan 22 September 2 ekor Napu kembali diburu."Mereka selain menggunakan senjata api, juga menggunakan jerat," katanya.

Para pelaku juga diduga merupakan kawanan Pemburu yang tak hanya mengincar hewan jenis Napuh saja, tapi juga hewan lain."Mereka masih kita dalami, tapi Sementara baru Napuh ini, kalau pasang jerat ia mereka seperti itu modusnya," katanya

Pelaku dijerat pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI no.  05 Thun 1990 tentang Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dan Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat RI No.12 tahun 1951. 

Asrul Septian Malik

Berita Terkait

Komentar