#lampung#bandarlampung#industri

DPMPTSP Kota Cek Ulang Izin PT BBT

( kata)
DPMPTSP Kota Cek Ulang Izin PT BBT
PT Bukit Bintang Terang di Jalan Soekarno-Hatta, nomor 22 Km 6, Ketapang, Panjang, Bandar Lampung, yang bergerak di bidang pengolahan kaleng bekas. Lampost.co/Deta Citrawan

Bandar Lampung (Lampost.co) --Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bandar Lampung melalui Bidang Perizinan menegaskan akan meng-cross check terkait izin perusahaan pengolahan kaleng bekas di Jalan Soekarno-Hatta, nomor 22 Km 6, Ketapang, Panjang. Sebab, Bidang Perizinan masih mempertanyakan apakah perusahaan, yaitu PT Bukit Bintang Terang (PT BBT) itu telah mengantongi izin atau belum tapi sudah beroperasi sejak 28 Oktober lalu.

"Kalau daerah Ketapang memang diperuntukkan sebagai tempat industri. Tapi kami juga belum tahu soal PT itu, besok abang coba cek dahulu ya data perizinannya sudah selesai atau masih proses," ujar Muhtadi,  kepala Bidang Perizinan pada DPMPTSP Bandar Lampung, Kamis, 14 November 2019.

Menurut dia, sebuah perusahaan seharusnya belum dapat beroperasi jika belum mengantongi izin, baik itu IMB maupun izin perusahaan itu sendiri. "Kalau belum punya izin harusnya ya belum boleh beroperasi," katanya.

Dia menjelaskan pengawasan dan pembinaan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dilakukan dinas terkait, seperti Dinas Perindustrian.

"Kalau ada produksi artinya Dinas Perindustrian yang melakukan pengawasan dan pembinaan. Investasinya lebih dari Rp15 miliar enggak, kalau lebih kewenangannya di provinsi," ujarnya.

Di tempat lain, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Bandar Lampung menyikapi adanya keluhan dari warga atas aktivitas perusahaan yang dinilai dapat berakibat buruk terhadap warga sekitar. "Ya warga sebenarnya bisa melaporkan adanya keluhan perusahaan itu ke kami (Bidang Pengendalian). Nanti dari laporan itu akan kami panggil perusahaan dan sebagai acuan juga untuk lakukan cross check langsung," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Disperkim, Dekrison.

Warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, mengeluhkan aktivitas perusahaan daur ulang kaleng bekas yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Nomor 22 Km 6, Ketapang, Panjang, Bandar Lampung. Pasalnya, perusahaan itu melakukan pembakaran sampah dalam jumlah besar. Selain itu, warga khawatir tumpukan kaleng bekas di musim hujan nanti akan menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit demam berdarah (DBD).

"Musim panas angin ini banyak debu hitam bekas pembakaran, Pak. Saya pikir dari mana. Setelah kami cek ternyata diduga berasal dari perusahaan daur ulang kaleng bekas itu," ungkap seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya.   

Muharram Candra Lugina

Berita Terkait

Komentar