#demokrat

Kisruh Muscab Demokrat Lamtim Didorong ke Mahkamah Partai

( kata)
Kisruh Muscab Demokrat Lamtim Didorong ke Mahkamah Partai
Ketua DPD Demokrat Lampung Edy Irawan Arief.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- DPD Demokrat Lampung menanggapi kisruh pelaksanaan Muscab DPC Demokrat Lampung Timur, yang berujung rencana pelaporan ke Polda Lampung oleh salah satu peserta.


Sekretaris DPD Demokrat Lampung Ko Marheins Agus Revolusi mengatakan, seharusnya perselisihan internal partai, terutama muscab diserahkan ke internal yakni Mahkamah Partai. Hal tersebut merujuk pada bab 16 Pasal 97 poin 1-7 AD/ART Kongres Demokrat Tahun 2020.

"Jadi hanya perselisihan hasil suara pada pileg yang tidak ditangani Mahkamah Partai," ujar Agus Revolusi, Rabu, 23 Maret 2022.

Sementara, Ketua DPD Demokrat Lampung, Edy Irawan Arief menilai rencana Anton Setya Putra melapor ke Polda hal yang wajar, dan menurutnya sah-sah saja sebagai warga negara. Namun, Edy memaparkan, pelaksana Muscab dan penetapan calon ketua DPC Demokrat adalah pihak DPP Demokrat, termasuk verifiaktor dukungan bakal calon. DPD Lampung hanya sebagai fasilitator.

"Pelaksnaaan Muscab juga sesuai dengan AD/ART, dan peraturan organisai, on the track, soal ini (Anton) juga nanti kami sampaikan ke dewan kehormatan partai," katanya.

Terkait Polemik Muscab Lampung Timur, menurut Edy, memang banyak masa kepengurusan DPAC (Cabang). Namun beberapa DPAC memberi dukungan ketiga calon, yakni M. Khadafi, Asep Makmur, dan Anton. Ternyata DPAC yang mendukung Anton dan Asep, tidak diperpanjang. Karena sudah ada DPAC lain yang telah diplenokan dan dan ditunjuk DPP Demokrat. Sehingga Anton dan Asep, tidak lolos saat verifikiasi.

Edy jug memaparkan peserta yang tidak memenuhi syarat (TMS) selain Lampung Timur. Menurut Edy, Bakal Calon Ketua DPC Metro Sudarsono, saat diverifikasi mengantungi dua dukunga PAC. Namun saat Muscab DPC Metro, dukungnanya berpindah ke kandidat lain, yakni Bambang Iman Santoso.

Kemudian Herwan Mega saat verifikasi dukungan PAC lolos verifikasi, namun saat Muscab ia memilih walkout dan tidak mengikuti muscab.

"Jadi total yang Menjadi Calon Ketua DPC 20 orang, empat DPC pesertanya tidak tunggal (Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Mesuji). Nah nanti fit and proper testnya juga sambil menunggu jadwal pusat,  akan diselenggarakn serentak lagi di Balai Krakatau," katanya.

Winarko








Berita Terkait



Komentar