#pelecehanseksual#asusila

DP3AKB Pesisir Barat Beri Pendampingan Korban Pelecehan Seksual Guru

( kata)
DP3AKB Pesisir Barat Beri Pendampingan Korban Pelecehan Seksual Guru
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pesisir Barat. Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pesisir Barat memastikan 14 anak korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum guru di Pekon Penengahan Kecamatan Lemong, Pesisir Barat, akan mendapatkan pendampingan hukum dan psikologi.

Plt Kepala DP3AKB Pesisir Barat, Budi Wiyono mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mencegah kasus serupa terulang kembali, dan memberikan pendampingan kepada anak korban kekerasan seksual tersebut.

Baca juga: Janjikan Nilai Bagus dan Masuk Paskribaka, ASN Guru di Pesibar Cabuli Belasan Siswa SD

Menurutnya, upaya yang dilakukan pihaknya dalam memberikan solusi atas peristiwa yang terjadi di Pekon Ppenengahan yakni melalui pendampingan hukum dan pendampingan psikologi korban.

"Akan memberikan pendampingan pada saat BAP, selama kasus berjalan sampai selesai. Pendampingan meliputi psikologis anak," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penyuluhan tentang kekerasan seksual anak di SD Penengahan bersama Polsek Pesisir Utara pada Kamis, 13 Januari 2022.

DP3AKB Pesisir Barat mencatat kekerasan terhadap perempuan dan anak wilayah setempat pada 2020 ada empat kasus, dan 2021 ada 19 kasus. Sementara di awal tahun 2022 ini tercatat kasus pencabulan oknum guru mengaji dengan korban 14 anak perempuan di bawah umur.

Winarko







Berita Terkait



Komentar