#dosen#perguruntinggi

Dosen Diimbau Bijak Pilih Jurnal untuk Memublikasikan Karya Ilmiah

( kata)
Dosen Diimbau Bijak Pilih Jurnal untuk Memublikasikan Karya Ilmiah
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menemukan ratusan jurnal ilmiah predator atau abal-abal yang kerap menipu para dosen yang ingin memublikasikan karya ilmiahnya. Pasalnya, dosen ditagih sejumlah uang untuk menerbitkan jurnal dengan iming-iming akan diluncurkan dalam rentang satu minggu.

Terkait hal itu pengamat pendidikan Undang Rosidin mengimbau agar dosen berhati-hati. Akademisi FKIP Unila itu menuturkan banyak jurnal abal-abal yang ditawarkan oknum tak bertanggung jawab. Bahkan, dirinya sering mendapat penawaran publikasi karya ilmiah.

"Saya sering dapat penawaran itu melalui e-mail, banyak malah," ujar Undang, Selasa, 4 Januari 2020.

Namun, ia tak langsung memercayai hal tersebut. Dia selalu mencari informasi terkait kualitas jurnal-jurnal yang ditawarkan dalam pesan yang diterima.

"Kalau nasional biasanya terindeks SINTA, kalau internasional terindeks di Scopus, Copernicus, dan lainnya. Kalau sudah terindeks berarti bagus," katanya.

Menurut dia, jurnal yang abal-abal akan merugikan penulis karya ilmiah. Sebab, jika jurnal tidak terdaftar dalam indeks, tidak bisa digunakan dalam kenaikan pangkat.

"Publikasi jurnal merupakan keperluan untuk kenaikan pangkat dosen. Kalau ditelusuri tim penilai ditemukan jurnalnya tidak jelas, ya gagal," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar