#transformasi#perustakaan

Dorong Transformasi , Perpusnas Gandeng 35 Perguruan Tinggi

( kata)
Dorong Transformasi , Perpusnas Gandeng 35 Perguruan Tinggi
Konferensi pers MoU Perpustakaan Nasional dengan puluhan perguruan tinggi negeri dan swasta secara nasional di Hotel Novotel, Kamis, 3 Oktober 2019. Lampost.co/Umar Robani


Bandar Lampung (Lampost.co): Perpustakaan Nasional kini sedang melakukan transformasi pada format perpustakaan. Untuk mendorong hal tersebut Pepusnas menggandeng 35 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

Kepala Perpusnas M Syarif Bando mengungkapkan pihaknya akan merubah kondisi perpustakaan yang cenderung eksklusif. Kondisi tersebut akan ditransformasikan menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

"Hal ini dilakukan agar menghilangkan stigma hanya masyarakat kalangan elit saja yang bisa mengakses buku, namun semua kalangan bisa," kata dia saat konferensi pers MoU di Novotel Lampung, Kamis pagi, 3 Oktober 2019.

Transformasi itu dilakukan juga dengan mengikuti perkembangan zaman. Dengan perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 kini bisa diakses dari mana saja. Bahkan semua kalangan bisa menjadi anggota melalui layanan online.

"Dengan transformasi ini, maka semua kalangan masyarakat bisa menikmati dan mengakses semua buku di Perpusnas," ujarnya.

Ia mengatakan perpustakan bukan hanya jajaran buku di rak. Namun juga menjadi sumber pengetahuan dan peradaban. Karena itu menurutnya, pemerataan perpustakaan di setiap daerah juga dirasa penting.

"kenapa perlu ada perpustakaan di provinsi di kabupaten kota adalah bertanggung jawab untuk memperkecil kesenjangan antar wilayah terutama pulau Jawa dan di luar pulau Jawa dalam hal penyediaan akses koleksi bahan pustaka baik karya cetak maupun karya rekam," terang Syarif Bando.

Umar Robani*







Berita Terkait



Komentar