#fakultashukum#pengangguran#duniakerja

Dorong Fakultas Hukum Se-Lampung Lakukan Praktik Kerja Lapangan

( kata)
Dorong Fakultas Hukum Se-Lampung Lakukan Praktik Kerja Lapangan
Alumnus Fakultas Hukum Unila Saptori. Foto: Dok


Bandar Lampung (Lampost.co): Alumnus Fakultas Hukum Unila Saptori mengatakan presentase pengangguran lulusan perguruan tinggi cukup tinggi dipengaruhi akibat kemampuan atau soft skill dan hard skill saat lulus rendah.

Dari Data Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung angka pengangguran di Provinsi Lampung 2019 mencapai 174.500 orang, dilihat dalam tingkat pendidikan perguruan tinggi cukup besar dalam presentase pengangguran di provinsi Lampung sebesar 8,15 persen.

"Banyak yang setelah lulus wisuda, mereka bingung untuk kerja dimana? Karena tidak punya pengalaman magang atau praktik kerja lapangan selama menjadi mahasiswa," kata dia, Jumat, 24 Januari 2020.

Ia menilai fakultas hukum se-Provinsi Lampung belum memasukkan praktik kerja lapangan atau PKL dalam mata kuliah wajib setelah kuliah kerja nyata (KKN).

"Jika KKN bicara tentang poin pengabdian dalam tridharma perguruan tinggi, lebih tegas apa manfaatnya ilmu pengetahuan yang telah kita pelajari di kampus untuk masyarakat, berbeda dengan PKL atau magang itu bermanfaat untuk mengasah kemampuan mahasiswa untuk dipersiapkan menuju dunia kerja," ujar Mantan Ketua Umum UKM-F Mahkamah FH Unila itu.

Menurutnya memasukkan PKL kedalam satuan kredit semester seperti KKN, dapat mengasah kemampuan dan menambah wawasan bagi mahasiswa untuk praktik kerja lapangan.

"Misal di kantor-kantor organisasi bantuan hukum, pengadilan, kejaksaan, kantor notaris, atau instansi-instansi pemerintahan yang berkaitan di bidang hukum. Sehingga para mahasiswa hukum memiliki kemampuan secara teori dan praktik. Ketika pascawisuda sudah siap dan matang untuk masuk ke dunia kerja," kata dia.

Pihaknya berharap semua perguruan tinggi di Provinsi Lampung bisa memantau penyerapan tenaga kerja para alumni-alumninya, sehinga dapat dievaluasi apa saja yang dapat diperbaiki.

"Ini menjadi masukan untuk dekanat fakultas hukum se-Provinsi Lampung. Kita ingin mahasiswa-mahasiswa hukum di Lampung punya kemampuan yang setara dengan lulusan-lulusan fakultas hukum di luar Lampung," kata dia.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar