#ipb#pendidikan

Doni Monardo Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari IPB

( kata)
Doni Monardo Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari IPB
Doni Monardo Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari IPB. Lampost.co/Umar


Jakarta (lampost.co) -- Kepala BNPB Doni Monardo menerima gelar Doktor Honoris Causa (HC) bidang ilmu pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Gelar kehormatan itu didapat atas perannya dalam pelestarian sumber daya alam.

Dalam sidang senat terbuka secara virtual, ia menyampaikan komitmennya terhadap lingkungan pengalamannya saat ditugaskan di beberapa daerah operasi militer. Kepeduliannya dimulai dengan menanam pohon di Asrama Brigif Para Raider III/Tri Budi Sakti Kostrad yang tandus, di Kariango, Sulawesi Selatan.

"Dilanjutkan dengan pembibitan Trembesi dan menanam di banyak tempat di Sulawesi Selatan, termasuk di Lapangan Karebosi dan Bandara Sultan Hasanuddin," ujar Doni Monardo dalam orasi ilmiahnya, Sabtu, 27 Maret 2021.

Selain Trembesi, ia juga membudidayakan pohon endemik langka Indonesia lainnya seperti ulin, eboni, torem, palaka, rao, cendana, dan pule yang sulit ditemukan. 

Menurut dia, untuk menghindari kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan, bisa menanam pohon laban, sagu, dan aren. Sementara untuk mereduksi dampak tsunami, bisa menanam pohon palaka, beringin, butun, nyamplung, bakau, waru, jabon, ketapang dan cemara udang yang memiliki akar kuat.

"Artinya, ada banyak jenis vegetasi di tanah air, bila dimanfaatkan secara maksimal, dapat mengurangi risiko timbulnya korban jiwa ketika terjadi bencana," ujarnya.

Mitigasi berbasis ekosistem harus menjadi strategi utama dalam menghadapi potensi bencana. Terlebih, Bank Dunia menyebutkan Indonesia sebagai salah satu dari 35 negara dengan tingkat risiko ancaman bencana tertinggi di dunia.

Hal itu ia tularkan kepada prajurit di Makodam III/Siliwangi saat menjadi Pangdam. Hal itu menghadirkan semangat menuntaskan masalah kerusakan ekosistem Citarum yang mendapat label sungai terkotor di dunia.

"Akhirnya konsep regulasi yang dimotori Dini Dewi yang didukung penuh tim hukum Sekretariat Negara terbit melalui Perpres No 15 Tahun 2018, tanggal 15 Maret 2018, kurang dari sebulan setelah Presiden Jokowi mendeklarasikan program Citarum Harum pada 22 Februari 2018 di Situ Cisanti, salah satu mata air purba di Jawa Barat," papar Ketua Satgas Covid-19 nasional itu.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar