#nuansa#virus-corona#lawan-corona

Donasi Lawan Corona

( kata)
Donasi Lawan Corona
Ilustrasi - Medcom.id.

D Widodo

Wartawan Lampung Post

SERANGAN corona benar-benar sudah menjadi wabah dunia. Hingga akhir pekan lalu, jumlah korban meninggal hampir menyentuh angka 10 ribu orang. Ratusan ribu lainnya yang terinfeksi virus mematikan itu masih dalam perawatan.

Sementara itu, miliaran manusia lainnya hidup dalam kecemasan. Sebab, corona tidak memilih-milih korban. Tidak tebang pilih sesuai dengan keadaan tertentu. Tidak peduli menteri, wali kota, pejabat tinggi, atlet terkenal, artis tersohor, atau rakyat jelata. Tidak memilih suku, agama, ras, golongan, usia, jenis pekerjaan, dan asal-usul nenek moyang.

Penyebaran corona memaksa pemerintah menempuh kebijakan tak lazim, semisal libur sekolah dan libur kerja selama 14 hari. Untuk siswa, materi pelajaran diberikan secara daring. Demikian pula tugas karyawan dikerjakan dari rumah. Dari aspek anggaran, pemerintah melakukan realokasi APBN/APBD. Pencairan dana desa serta berbagai jenis bantuan sosial juga akan dipercepat dan dapat digunakan untuk penanganan corona.

Di sisi lain, serangan corona yang makin masif menumbuhkan kembali semangat saling bantu di antara sesama manusia. Orang yang memiliki kemampuan finansial memberikan donasi untuk membantu mencegah dan menangani pasien corona.

Pendiri raksasa e-commerce Alibaba, Jack Ma, menebar sumbangan peralatan medis kepada 10 negara. Perlengkapan medis yang disumbangkan itu yakni 1,8 juta masker, 210 ribu test kit, 36 ribu baju pelindung, ventilator, dan termometer. Pendiri Microsoft Bill Gates sebelumnya mengumumkan bakal menyumbang 100 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun (kurs Rp15 ribu per dolar AS) untuk membantu penghentian penyebaran virus corona.

Di Indonesia, sejumlah artis terkenal dan para pengusaha juga memberi sumbangan serta menggalang donasi untuk melawan corona. Dari kalangan pengusaha, pada Minggu (22/3/2020), Tim Kemanusiaan Surya Paloh menyerahkan The Media Hotel & Towers kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. Fasilitas yang tersedia berupa 188 kamar di 19 lantai, 1 ballroom, 2 restoran akan digunakan untuk memulihkan tenaga para pekerja medis yang menangani pasien corona. Selain itu, Media Group juga menggalang dana dengan membuka dompet kemanusiaan.

Tetapi, memang tidak semua orang memiliki rasa kemanusiaan yang sama. Tidak semua orang memiliki keprihatinan dan kecemasan yang sama. Masih ada juga pihak-pihak tertentu yang tidak bisa mengendalikan syahwat berkonflik. Mereka menyebar kabar bohong (hoaks) yang menambah kekhawatiran di tengah masyarakat.

Selain menyebar hoaks, ada juga yang selalu mencela kebijakan pemerintah dalam penanganan corona. Semua pilihan kebijakan yang pemerintah dinilai selalu salah. Padahal, tidak ada pemimpin di dunia ini yang menginginkan negaranya diserang penyakit mematikan. Dalam situasi negara yang prihatin saat ini, lebih baik saling menjaga kesehatan. Jika tidak bisa memberi bantuan, lebih baik berjaga diri di rumah.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar