#beritalampung#beritadaerah#lampung#Pesawaran

Dokter Bedah Mogok, RSUD Pesawaran Kesulitan Rujuk Pasien

( kata)
Dokter Bedah Mogok, RSUD Pesawaran Kesulitan Rujuk Pasien
Gerbang masuk ke RSUD Pesawaran. Dok Lampost.co

PESAWARAN (Lampost.co) -- Adanya polemik yang terjadi di rumah sakit umum daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, rupanya berdampak juga bagi pasien bedah yang berada di Kabupaten Pesawaran yang ingin merujuk ke rumah sakit terbesar di Lampung tersebut.

Direktur RSUD Pesawaran Drg Yasmin Marlinawati, yang dalam hal ini diwakili Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan Drg Andika, mengatakan beberapa hari ini setiap ada pasien bedah yang ingin dirujuk ke RSUDAM kamar selalu penuh.

Baca juga: Para Dokter Mogok, RSUDAM Jadi Sorotan

"Sekarang kan kalau mau merujuk pasien lewat online karena lewat manual sudah tidak bisa, nah setiap kita ingin rujuk pasien bedah lewat online, pemberitahuannya kamar penuh terus, kita juga bingung, kalau kita bawa kesana pasien gak diterima kan kesalahan juga kita," jelasnya, Rabu 11 September 2019.

Maka dari itu lanjutnya, sekarang apabila ada pasien bedah yang minta dirujuk, pihak RSUD Pesawaran hanya melakukan perawatan di rumah sakit saja.

"Biasanya kalau ada pasien bedah minta dirujuk, kita mengirimkan ke RSUDAM atau tidak ke RS Urip Sumoharjo, tapi karena ke dua rumah sakit itu penuh terus kamarnya, akhirnya kami memberi pemahaman kepada pasien agar dirawat di RSUD Pesawaran dulu, sampai kamar disana ada yang kosong," paparnya.

Disinggung dengan adanya aksi mogok yang dilakukan oleh dokter bedah RSUDAM, dirinya tidak mengetahui secara detail terkait masalah tersebut.

"Sempat waktu itu ada surat selebaran yang dikirim melalui WhatsApp, tapi bukan surat resmi dari RSUDAM, tapi dari komite mediknya, nah kalau untuk isi dari surat itu apa, saya lupa, karena gak saya simpan," tutupnya.

 

Putra Pancasila Sakti

Berita Terkait

Komentar