#sampah#Metro#perbatasan

DLH dan Masyarakat Metro Bersihkan Sampah yang Menumpuk  di Perbatasan

( kata)
DLH dan Masyarakat Metro Bersihkan Sampah yang Menumpuk  di Perbatasan
Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dibantu warga membersihkan sampah di kawasan gapura perbatasan Metro Utara. (Foto:Lampost/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co)--Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dibantu warga membersihkan sampah di kawasan gapura perbatasan Metro Utara. Dan didapati sampah dua truk atau sekitar 15 kubik.

Kepala DLH Kota Metro, Irianto Marhasan menyampaikan kegiatan bersih-bersih perbatasan yang diinisiasi DLH melibatkan puluhan orang turut membantu pembersihan, mulai dari Satpol-PP, perangkat Kecamatan dan Kelurahan hingga organisasi masyarakat.

"Bersih-bersih ini merupakan inisiatif dinas, karena ada berita yang viral di medsos kemudian tim orange langsung bergerak. Hari ini kita dibantu Pol-PP, ibu camat, pak lurah, dan trader bersama masyarakat," kata dia, Jumat, 19 November 2021. 

Selain di perbatasan, gerakan bersih-bersih itu juga akan dilakukan secara merata di seluruh wilayah Bumi Sai Wawai yang rawan menjadi tempat pembuangan sampah liar. Untuk menghindari hal ini, Pemkot Metro menyatakan akan memasang kamera CCTV di wilayah perbatasan.

"Total sampahnya ini ada dua truk. Setelah ini kita juga akan bersihkan sampah yang ada di jalan baru. Setelah pembersihan ini kita akan minta Kominfo untuk pasang CCTV disini. Ya walaupun trader sudah pasang CCTV disini tapi kan CCTVnya pakai sinar surya," tambahnya.

Sementara Camat Metro Utara, Wilastri, mengapresiasi peran serta Trader Peduli Indonesia (TPI) yang membantu pemerintah dengan memasang CCTV untuk memantau pelaku buang sampah di perbatasan.

"Luar biasa kepedulian trader terhadap masyarakat khususnya di Metro Utara, ini sangat kami apresiasi. Dalam waktu dekat, Pemkot akan memasang CCTV-nya disini. Jadi akan dipantau 24 jam," kata dia.

Wilastri mengungkapkan pihaknya telah dibuat kesal oleh ulah warga tak bertanggungjawab yang mengotori wajah Kota Metro berulang kali dengan membuang sampahnya di gerbang perbatasan.

Guna mencegah perilaku oknum masyarakat pembuang sampah, pihaknya berencana menggandeng CSR untuk membangun taman di wilayah perbatasan antara Kecamatan Metro Utara dan Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah.
"Untuk kedepannya melalui pihak CSR akan kita buat taman di sini agar yang membuang sampah nanti merasa malu jika masih membuang sampahnya," tandasnya.

Sebelumnya, teka-teki tumpukan sampah di kawasan gapura perbatasan antara Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara dengan Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, dan akhirnya terjawab lewat rekaman CCTV milik TPI Metro, ada puluhan orang yang membuang sampahnya di kawasan tersebut.

Ketua DPP TPI, Dicky Kusuma Wardhana mengungkapkan, dirilisnya dokumen rekaman CCTV yang menggambarkan perilaku buang sampah puluhan orang tak bertanggungjawab tersebut dilakukan atas permintaan masyarakat.

"Jadi CCTV yang kami pasang sejak bulan Juni itu merekam ratusan kali orang buang sampahnya di,sana, tapi setelah kami teliti pelakunya orang-orang yang sama dan jumlahnya tidak banyak kurang dari 30 orang. Kemudian orang-orang ini membuang sampahnya itu rata-rata pagi hari, jadi sambil bawa motor maupun mobil mereka lemparkan begitu saja," terangnya.

Berdasarkan rekaman video, para pelaku buang sampah tersebut berkendara dari arah Lampung Tengah menuju Kota Metro dan melemparkan sampah yang dibawanya ke kawasan perbatasan.

Guna menindaklanjuti permintaan masyarakat untuk memviralkan para pelaku buang sampah sembarangan tersebut, TPI berencana menyerahkan seluruh dokumen rekaman CCTV ke Pemkot Metro.

"Jadi kami berkomitmen untuk membantu pemerintah Kota Metro dalam upaya menggapai Adipura, salah satu caranya dengan menjaga kebersihan lingkungan. Maka kami berencana untuk menyerahkan semua data rekaman CCTV yang kami miliki berikut dengan data para pelakunya ke Pemkot Metro, sehingga ada solusinya," ujarnya.

Diketahui, TPI Kota Metro sejak Juni 2021 lalu telah memasang dua kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) di dua titik rawan buang sampah yang terdapat di sepanjang jalan Pattimura. 

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar