#limbahmedis#beritalampung

DLH dan Dinkes Kota Abaikan Tumpukan Limbah Medis di TPA Bakung

( kata)
DLH dan Dinkes Kota Abaikan Tumpukan Limbah Medis di TPA Bakung
Tumpukan limbah medis di TPA Bakung. Lampost.co/Putri


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mengabaikan tumpukan limbah medis di tempat pembuangan akhir (TPA) Bakung. Sebab, sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) itu masih tetap menyatu dengan sampah lainnya. 

Pantauan Lampost.co, sampah medis berupa botol infus, masker, dan plastik warna kuning bertulis infeksius bionazard masih tergeletak di sebelah kanan jalan yang berseberangan dengan tempat pembuangan lumpur tinja.

Atas kondisi itu, Kepala UPT Bakung, A. Setiawan Batin, mengatakan ada laporan terkait hilangnya sampah medis dari salah satu pemulung. “Saya belum meninjau langsung, tapi katanya sudah tidak ada,” ujarnya melalui sambungan telepon, Minggu, 21 Februari 2021.

Dia menilai, tidak adanya penanganan sampah medis di TPA Bakung dari pemerintah kota Bandar Lampung akan berdampak pada kesehatan pekerja di TPA Bakung.

Salah satu pemulung, Hasan, berharap adanya penanganan khusus dari pemerintah untuk sampah-sampah infeksius yang masih berserakan. “Kami nggak ada perintah untuk pisahkan sampah," ujarnya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar