#sampah#lingkungan#beritalampung

DLH Bandar Lampung Anggap Keluhan Sampah Masalah Biasa

( kata)
DLH Bandar Lampung Anggap Keluhan Sampah Masalah Biasa
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandar Lampung, Syahriwansyah. Foto: Dok

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Adanya keluhan warga terhadap Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang menggangu proses belajar mengajar di 3 sekolah dasar, yakni SDN 1, SDN 2, dan SDN 4 Kelurahan Talang, Kecamatan Telukbetung Selatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandar Lampung menganggap hal tersebut persoalan biasa.

Sebagaimana semangat dalam UUD 1945 bahwa negara menjamin kecerdasan anak bangsa melalui pendidikan. Disamping itu, pemerintah saat ini juga sedang mengaungkan agar para generasi bangsa melalui dunia pendidikan, sekolah yang sehat dan siswa didik yang berkarakter. 

Namun hal tersebut sangatlah bertolak belakang dengan yang dialami para siswa dan guru di SDN1, SDN2 dan SDN 4 Kelurahan Talang, Kecamatan Telukbetung Selatan. Sebab para guru dan siswa di sekolah tersebut setiap hari harus merasakan aroma yang tidak sedap akibat tumpukan sampah dari TPS yang hanya berjarak 10 meter dari sekolah tersebut.

Kepala sekolah SDN 1 Talang, Elnawati mengatakan tumpukan sampah masyarakat tersebut sangatlah mengganggu proses belajar mengajar. "Dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan," kata dia.

Hal tersebut juga disampaikan kepala sekolah SDN 2 Talang, Resnawati yang merasa terganggu dengan bau tidak sedap dan menyengat. Untuk itu pihaknya meminta kepada dinas terkait untuk dapat memindahkan keberadaan TPS. "Berbau tidak sedap, juga mengundang banyak lalat bertebaran di ruangan sekolah dan tempat jajanan para siswa SD," kata dia.

Sementara itu, saat ditemui dikantornya, Senin (12/8/2019) Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Bandar Lampung Syahriwansah mengatakan persoalan bau sampah itu adalah hal biasa. "Dimana-mana yang namanya sampah sangat tidak mungkin mengeluarkan aroma harum. Yang namanya sampah dimana-mana ya bau, enggak mungkin ngeluarkan bau yang wangi. Jadi persoalan sampah itu sudah biasa," ujarnya.

Menurutnya, terkait pemindahan TPS yang berada dekat ketiga sekolah tersebut tentunya juga sangat sulit. Sebab jika memang harus dipindahkan sulit untuk mendapat lokasinya. "Saya juga belum ke lokasi dan maunya seperti apa kalau mamang mau dipindahkan. Dipindahkan kemana, sebab kami cuma soal mengangkutnya. Tapi kalau lokasi penindahan itu wewenang yg punya wilayah," ujarnya.

Deta Citrawan

Berita Terkait

Komentar