KPUJualbelijabatanKPULampung

DKPP Kembali Periksa Anggota KPU Lampung Soal Dugaan Jual Beli Kursi

( kata)
DKPP Kembali Periksa Anggota KPU Lampung Soal Dugaan Jual Beli Kursi
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI) menggelar sidang pemeriksaan kedua di Kantor Bawaslu Lampung, Senin, 20 Januari 2020. Lampost/Triyadi Isworo

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang pemeriksaan kedua dengan memanggil pihak terkait untuk didengarkan keterangannya ikhwal dugaan jual beli kursi Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2019-2024 Provinsi Lampung dan Kabupaten/Kota di Kantor Bawaslu Lampung, Senin, 20 Januari 2020.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Alfitra Salam didampingi oleh anggota Ida Budiarti serta Tim Pemeriksa Daerah Muhammad Teguh, dan Nila Nargis. Hadir juga pengadu Budiono dan Chandra Muliawan. Kemudian, hadir juga anggota KPU Lampung Esti Nur Fathonah didampingi Ketua KPU Lampung Erwan Bustami, dan anggota KPU Lampung M. Tio Aliansyah. Serta Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoriyah, dan anggota Bawaslu Lampung Karno Ahmad.

Baca juga: KPU Jatuhkan Sanksi ke Esti Nur Fathonah Terkait Dugaan Jual Beli Kursi

Pantauan lampost.co, para majelis sidang tersebut secara bergantian memberikan pertanyaan-pertanyaan untuk mengkonfirmasi dan menggali informasi kepada pihak-pihak yang dipanggil dalam sidang untuk memberikan keterangannya.

Anggota Majelis Sidang, Nila Nargis mencoba menkonfirmasi mengenai dugaan-dugaan Esti Nur Fathonah bermain-main dalam seleksi. Ia mengatakan sebagai Komisioner KPU Lampung seharusnya ada jarak terlebih dahulu, walaupun saling kenal antar peserta.

"Tugas sebagai timsel harus dilakukan. Walaupun kenal akrab, inikan masih satu rangkaian tahapan kenapa melakukan pertemuan. Ini etiknya gimana mbak esti," katanya.

Sementara itu anggota KPU Lampung Esti Nur Fathonah mencoba menjelaskan satu persatu pertanyaan dari para majelis tersebut. Ia juga mengatakan bahwa pertemuan di hotel tersebut bukanlah pertemuan yang disengaja dan tidak direncanakan.

"Saya cuma salat. Tidak melakukan komunikasi apapun kepada mereka. Saya tidak pernah meminta uang untuk kepentingan saya pribadi," kata Esti.

Dalam sidang pemeriksaan ini teradu atas nama Esti Nur Fathonah diduga terlibat suap pada proses seleksi Anggota KPU Tulangbawang. Sebelumnya, Lilis Pujiati bersama Esti Nur Fathonah melakukan pertemuan dengan Guntur Sumedi suami dari Fiza Yelisanti yang merupakan calon Anggota KPU Tulangbawang yang masih mengikuti proses seleksi. Dalam pertemuan tersebut membahas permintaah sejumlah uang sebesar Rp150 juta guna memastikan pencalonan Fiza Yelisanti diurus.

 

Winarko



Berita Terkait



Komentar