KPULampungMafiaKPU

DKPP Kembali Gelar Sidang Dugaan Jual Beli Kursi KPU Lampung

( kata)
DKPP Kembali Gelar Sidang Dugaan Jual Beli Kursi KPU Lampung
Ilustrasi. Google Images

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengagendakan sidang pemeriksaan kedua dengan memanggil sejumlah pihak terkait kasus dugaan jual beli kursi Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2019-2024 di Provinsi Lampung dan Kabupaten/Kota. 

Sidang pemeriksaan DKPP yang kedua tersebut sesuai dengan Surat Panggilan Sidang Nomor: 0011/PS.DKPP/SET-04/1/2020 yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris DKPP RI Bernad Dermawan Sutrisno di Jakarta, 15 Januari 2020. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan pengaduan nomor: 356-P/L-DKPP/XI/2019 yang diregistrasi dengan perkara nomor: 329-PKE-DKPP/XII/2019 atas nama Budiono yang memberikan kuasa kepada Chandra Muliawan. 

Baca juga: KPU Jatuhkan Sanksi ke Esti Nur Fathonah Terkait Dugaan Jual Beli Kursi

Dugaan jual beli kursi tersebut menyeret nama anggota KPU Lampung Esti Nur Fathonah. Bahkan dengan tertangkapnya Anggota KPU RI Wahyu Setiawan dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu menguatkan dugaan bahwa penyelenggara pemilu tersebut bisa dilobi-lobi dan marak transaksional di dalamnya.

DKPP akan memanggil Chandra Muliawan untuk menghadap Majelis Sidang DKPP di Ruang Sidang Kantor Bawaslu Provinsi Lampung pada Senin, 20 Januari 2020 pukul 09.00 WIB sebagai pihak pengadu. Agenda sidang tersebut mendengarkan pokok pengaduan dari pengadu dan jawaban teradu.

Kemudian DKPP juga memberikan catatan agar pengadu membawa delapan rangkap berkas pengaduan lengkap dengan alat bukti primer serta membawa saksi yang diperlukan dan hadir 30 menit sebelum pelaksanaan sidang.

"Kita sudah siap, beberapa bukti tambahan baru akan kami sampaikan. Bukti tersebut seperti bukti ENF telah dijatuhkan sanksi oleh KPU RI," kata Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan kepada Lampost.co, Kamis, 16 Januari 2020.

 

Winarko



Berita Terkait



Komentar