#peternakan

DKP3 Metro Bekali Peternak Antisipasi Wabah PMK pada Hewan

( kata)
DKP3 Metro Bekali Peternak Antisipasi Wabah PMK pada Hewan
Petugas memberikan edukasi penularan virus PMK terhadap hewan ternak di wilayah Metro Selatan. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro memberikan pembekalan dan monitoring terhadap peternak hewan potong di Bumi Sai Wawai.


Kepala DKP3 Kota Metro, Herry Wiratno melalui Fungsional Medik Veteriner Madya, drh. Vita Maharjanti mengungkapkan, pembekalan ini diberikan oleh peternak untuk meminimalisir adanya penularan virus penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Kita sudah berjalan seminggu yang lalu. Kita terus lakukan ini untuk mengetahui apakah ada hewan ternak yang terinfeksi virus PMK," kata dia saat melakukan edukasi di Kelompok Ternak Margodadi, Metro Selatan, Senin, 16 Mei 2022.

Dia menyebut, hingga saat ini belum ada hewan ternak yang terinfeksi virus PMK. Oleh karena itu pihaknya memberikan edukasi agar para peternak tidak sembarang memasukan hewan luar terlebih dahulu.

"Selama ini kita belum menemukan hewan ternak yang terindikasi atau terpapar PMK. Belum ada laporan adanya sapi yang menunjukkan tanda-tanda hewan menuju PMK. Untuk anakan sapi itu tingkat kesembuhannya lebih rendah dibandingkan sapi dewasa. Kalau sapi dewasa kesembuhan nya tinggi sementara tingkat kematian nya antara 1-5 persen. Namun, untuk anakan sapi itu tingkat kematian sampai 20 persen," ungkapnya.

Untuk antisipasi masuknya virus PMK, lanjutnya, bisa dengan memberikan imbauan dan edukasi. Dengan menjaga kebersihan kandang dapat meminimalisir adanya penularan virus.

"Perlu dilakukan penyemprotan disinfektan ke kandang. Kemudian juga melakukan sterilisasi pada tempat makan dan minum sapi. Sementara untuk cairan disinfektan bisa menggunakan bahan alami yang tersedia di rumah. Bisa menggunakan cairan asam sitrat, cuka dapur dan pemutih pakaian," lanjutnya.

Selanjutnya, perlu juga melakukan pengendalian lalulintas, artinya sebisa mungkin peternak tidak membeli hewan yang berasal dari luar Metro. Itu dikarenakan hingga saat ini belum ada hewan yang terindikasi virus PMK.

"Jika nanti ada indikasi hewan ya g terinfeksi segera melaporkan. Tujuannya supaya agar segera langsung di isolasi atau dikarantina dan dilakukan penanganan khusus," kata dia.

Dia juga meminta jika ada hewan yang terindikasi ataupun terpapar jangan langsung di potong karena nanti bisa menjadi penularan ke hewan ternak lainnya.

"Hewan nanti mudah terkontaminasi, bekas-bekas kotoran, cairan serta darah itu yang menjadi penularan. Lebih baiknya jika diketemukan ada hewan yang terindikasi kita berikan obat-obatan yang sifatnya suportif. Untuk meningkatkan status kesehatannya, perlu diberikan vitamin, jika demam diberikan penurun panas jika luka agar tidak terjadi infeksi kita berikan antibiotik. Petugas dari dinas akan mensuport itu," pintanya.

Pada kesempatan yang sama, Kordinator Lapangan (Korlap) kesehatan hewan ternak Metro Selatan, Basirun Nasir mengatakan, awal untuk mencegah masuknya virus PMK tentu dengan melakukan komunikasi, informasi dan mengedukasi.  

"Secara keseluruhan kita jelaskan bahaya nya serangan virus PMK ini. Selebihnya kita lakukan evaluasi dan lakukan pemantauan melalui kelompok dan pamong. Untuk saat ini banyaknya sapi di Kecamatan Metro Selatan kurang lebih 800 ekor sapi potong, 22 kerbau dan 400 kambing," ungkapnya.

Winarko








Berita Terkait



Komentar