#pajak

DJP Libatkan Atpetsi dan Sukarelawan dalam Tingkatkan Wajib Pajak

( kata)
DJP Libatkan Atpetsi dan Sukarelawan dalam Tingkatkan Wajib Pajak
Pengukuhan sukarelawan pajak yang berasal dari mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta di Lampung. Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung tahun ini menargetkan penyampaian wajib pajak mencapai 81% atau naik 20% dibandingkan dengan tahun lalu. Untuk mencapai target tersebut dengan menggandeng mitra dari perguruan tinggi yakni Assosiasi Tax Center Perguruan Tinggi se-Indonsia (Atpetsi) Wilayah Lampung dan 162 sukarelawan pajak yang berasal dari delapan perguruan tinggi di Lampung baik negeri maupun swasta.

Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung Eddy Wahyudi mengatakan sukarelawan pajak bertugas memasyarakatkan dan meningkatkan  pemahaman tentang perpajakan, sekaligus memperluas jaringan perpajakan. Selain itu, bersama-sama membangun Indonesia dengan membantu DJP memasyarakatkan pajak.

Seluruh mahasiswa ditugaskan di tiap kantor pelayanan pajak (KPP) yang ada di bawah Kanwil DJP Bengkulu Lampung. Kehadiran para sukarelawan pajak dinilai sangat membantu tugas pegawai pajak yang dikatakan masih kurang mencukupi untuk melayani seluruh wajib pajak. Para mahasiswa berperan penting dalam mengelola negara, terutama dari sisi penerimaan pajak yang notabene menjadi penopang utama pendapatan negara.

"Untuk mencapai target tersebut tidak bisa tangani DJP sendiri. Salah satunya dengan menggandeng mahasiswa sebagai generasi milenial dan akan menjadi wajib wajak," katanya usai pengukuhan sukarelawan pajak di Kantor DJP Bengkulu dan Lampung, Jumat, 14 Februari 2020.

Selain membantu masyarakat memasukkan SPT, melakukan pembayaran, sekaligus membantu bagaimana menyiapkan laporan keuangan juga bersama-sama membantu masyarakat menuju Indonesia maju di tahun 2045.

"Bukan hanya menyadarkan masyarakat wajib pajak, tapi juga meningkatkan kemampuan, kompetensi dalam memahani dunia pajak," katanya.

Sementara Ketua DPW Atpetsi Lampung Weddie Andriyanto menambahkan tax center menjadi mitra dalam membuat program DJP.  Menurut dia, tax center sebagai mitra perguruan tinggi merangkul dan mendorong terutama UKM dalam meningkatkan kesadaran dan meningkatkan wajib pajak.

"Kami membantu meningkatkan dari sektor UKM, bukan hanya mengambil pajaknya saja, tapi juga bantu memasarkan, pengelolaan manajemen, maupun pembukuan," ujar Weddie yang juga dosen FEB Universitas Lampung itu.

Selain itu, perguruan tinggi juga mendorong  mahasiswa untuk praktek kerja lapangan (PKL) di UKM untuk membantu manajemen pembukuan dan perpajakannya supaya lebih meningkatkan kesadaran pajaknya. "Kami ubah pola untuk pendampingan dengan menguatkan aspek manAjemen produksi dan pemasaranya. Kalau  UKM sudah merasakan manfaat pendampingannya bisa ketahuan dan bisa menarik pajaknya. Jadi bukan hanya ambil pajaknya saja, tapi juga dibantu yang selama ini laporan keuangannya tidak bisa dan lain-lain," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar