pajakDJP

DJP Jelaskan Perubahan Tugas dan Fungsi KPP Pratama

( kata)
DJP Jelaskan Perubahan Tugas dan Fungsi KPP Pratama
Kepala Kanwil Direktoral Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu Lampung Eddi Wahyudi

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Wajib Pajak yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama akan ditangani oleh account representative (perwakilan akun) baru, Senin, 2 Maret 2020. Hal ini terkait adanya perubahan tugas, dan fungsi KPP Pratama. 

"Perubahan tugas dan fungsi KPP Pratama merupakan bagian dari program penataan organisasi Direktorat Jenderal Pajak yang dilakukan sebagai bagian dari Rencana Strategis DJP 2020-2024 untuk meningkatkan efektivitas pengawasan kepatuhan pajak," kata Kepala Kanwil Direktoral Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu Lampung Eddi Wahyudi saat ditemui Lampost.co, Senin, 2 Maret 2020.

Menurutnya perubahan tugas dan fungsi KPP Pratama yang mulai berlaku 1 Maret 2020 merupakan tahap pertama dari program penataan organisasi tersebut. 

"Penataan KPP Pratama ditujukan untuk lebih memperluas basis perpajakan melalui kegiatan pengawasan potensi untuk mengumpulkan data lapangan. Penataan ini dilakukan melalui penggabungan fungsi edukasi, pelayanan dan pemrosesan permohonan wajib pajak untuk efisiensi dan perbaikan layanan, serta penggabungan fungsi ekstensifikasi, pengawasan, dan pengumpulan data lapangan, serta memperbesar jumlah pegawai di area tersebut," ujarnya.

Kemudian, tahap berikutnya dari program penataan organisasi adalah mengubah jumlah, tugas, dan fungsi KPP Pratama dan KPP Madya. Melanjutkan strategi tahap pertama, KPP Pratama akan difokuskan pada perluasan basis pajak serta peningkatan jumlah dan kualitas data lapangan. 

"Selanjutnya sejumlah KPP Madya baru akan dibentuk agar DJP dapat lebih fokus mengawasi kepatuhan wajib pajak strategis yaitu mereka yang memiliki dampak besar terhadap penerimaan di suatu wilayah. Tahap ini diharapkan dapat terlaksana pada semester II tahun 2020," ujar dia.

 

Winarko



Berita Terkait



Komentar