#djokotjandra#kasusbankbali

Djoko Tjandra Dijemput Direktur Eksekusi Kejagung

( kata)
Djoko Tjandra Dijemput Direktur Eksekusi Kejagung
Terpidana kasus korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra. MI/Fransisco Carolio.

Jakarta (Lampost.co) -- Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyiapkan penjemputan terhadap terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra. Djoko dijemput dari Bareskrim Polri.

"Nanti ada Direktur Eksekusi Pak M Rum, mantan Kapuspenkum juga," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono kepada Medcom.id, Jumat, 31 Juli 2020.

Hari belum mau bicara banyak terkait eksekusi Djoko Tjandra. Dia menyerahkan perkembangan informasi kepada Direktur Eksekusi.

"Nanti sama Direktur Eksekusi barangkali ada perkembangan terbaru akan disampaikan," ujar Hari.

Berita terkait: Djoko Tjandra Diserahkan ke Kejagung Malam Ini

Bareskrim Polri bakal menyerahkan Djoko Tjandra ke Kejagung sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat, 31 Juli 2020. Penyerahan bakal dihadiri Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono dan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo.

Djoko Tjandra ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis, 30 Juli 2020. Dia langsung dijemput Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Djoko Tjandra pernah ditahan Korps Adhyaksa pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000. Namun, dalam persidangan, hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memutuskan Djoko bebas dari tuntutan.

Pengadilan menganggap kasus ini bukan perkara pidana, melainkan perdata. Kejaksaan mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap vonis Djoko ke Mahkamah Agung (MA) pada Oktober 2008. MA memvonis Djoko dua tahun penjara dan denda Rp15 juta.

Uang milik Djoko di Bank Bali Rp546,166 miliar dirampas negara. Imigrasi juga mencegah Djoko.

Namun, Djoko kabur dari Indonesia ke Port Moresby, Papua Nugini, pada 10 Juni 2009 atau sehari sebelum MA mengeluarkan putusan. Kejaksaan kemudian menetapkan Djoko sebagai buronan.

Medcom



Berita Terkait



Komentar