#sidang#penusukan#psk#beritalampung

Ditusuk Pelangganya Berulang Kali, PSK Menangis

( kata)
Ditusuk Pelangganya Berulang Kali, PSK Menangis
Ditusuk Pelangganya Berulang Kali, PSK Menangis. (Foto:Lampost/Febi Herumanika)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pekerja Seks Komersial (PSK) Berinisal MA, warga Kampung sawah, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, menangis di hadapan majelis hakim saat menceritakan penganiayaan yang dilakukan salah satu pelanggan kencana terhadap dirinya, Rabu (13/3/2019) di Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Saksi korban MA menceritakan kronologis penganiayaan yang dia alami pada 11 Desember 2018 silam, saat itu pelanggannya atas nama Syafrudin bertamu ke rumahnya, di rumah itu terdakwa dan dirinya ngobrol asik.

Saat itu, lanjut korban, terjadi kesepakatan antara dia dan terdakwa. Dimana dalam kesepakatan itu satu kali main terdakwa harus membayar Rp150 Ribu. "Tujuan kerumah main (persetubuhan) terjadi kesepakatan kami Rp150 ribu sekali main, semua sudah terselesaikan, nggak ada permasalahan lagi," kata korban. 

Hakim menanyajan apa penyebab sehingga saksi korban ditusuk oleh terdakwa, saksi MA menjawab dia tidak tahu apa penyebab sehingga pelanggan melakukan hal itu kepadanya. "Sudah dibayar, tidak tahu apa gara-garanya saya ditusuk berulang-ulang," kata saksi.

Saat itu, terdakwa sudah mau pulang namun ia ditusuk dengan dua belah pisau secara berulang kali. "Saya nggak tahu apa penyebabnya, dia membabi buta menusukkan dua pisau kearah tubuh saya, waktu itu darah berlumuran di badan saya, lalu di kapala saya ada enam luka tusukan," kata MA.
Korban langsung menjerit kesakitan. "Saya menjerit waktu itu ada kawan saya di dalam ruamha yang datang melihat," kata korban sembari  menangis.
Usai saksi memberi keterangan, hakim menayakan kepada terdakwa apakah cerita saksi benar? Terdakwa lantas menjawab tidak benar apa yang diceritakan korban tersebut, menurut terdakwa saat itu dia membayar dua kali persetubuhan namun hanya dilayani satu kali, atas alasan itu lah terdakwa menganiaya korban.

"Saya bayar dua kali tapi cuma dilayani sekali, pas saya minta dia tidak mau, makanya terjadi penganiayaan," kata terdakwa diiringi tawa penonton sidang. 

Febi Herumanika



Berita Terkait



Komentar