#korupsi#rsudpesawaran#beritapesawaran

Dituntut 2 Tahun, Terdakwa Korupsi RSUD Pesawaran Menangis

( kata)
Dituntut 2 Tahun, Terdakwa Korupsi RSUD Pesawaran Menangis
Lampost.co/Febi Herumanika

Bandar Lampung (Lampost.co): Tiga terdakwa kasus korupsi RSUD Pesawaran yakni Raden Intan pejabat pembuat komitmen sekaligus PNS Dinas Kesehatan Pesawaran,Taufiq Urrahman (kontraktor), dan Juli selaku konsultan proyek pembangunan lantai II dan III RSUD Pesawaran dituntut 2 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tidak Pidana Korupsi Tanjungkarang, Senin, 11 Mei 2020.

Mendengar tuntutan Jaksa, terdakwa Taufiq Urrahman tak kuasa menahan kesedihan dan mengusap air matanya. Sementara dua terdakwa lainnya tegar menahan kesedihan saat JPU membacakan tuntutannya.

JPU Volan melalui video teleconference menyatakan ketiga terdakwa yakni Raden Intan, Taufiq Urrahman, dan Juli terbukti bersalah melakukan tindak pindana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsider Pasal 3 ayat satu Jo Pasal 18 Ayat (1) undang undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Meminta majelis hakim menjatuhkan pidan penjara masing-masing dua tahun penjara, dikurangi selama masa tahanan," kata Jaksa.

Selain hukuman penjara, lanjut Volan, untuk terdakwa Taufiq Urrahman dikenai denda sebesar Rp100 juta subsider 6 bulan penjara.

Jaksa Juga mewajibkan Terdakwa Taufiq Urrahman membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp4 miliar yang mana sudah dibayarkan Rp3,51 miliar sehingga tersisa Rp972 juta.

"Jika tidak dibayarkan selama waktu satu bulan setelah inkrach maka akan digantikan kurungan selama 1 tahun 6 bulan," kata Jaksa.

Sementara terdakwa Juli, lanjut Jaksa, dikenai denda sebesar Rp50 juta subsider 6 bulan penjara dan dikenai uang pengganti yang tersisa sebesar Rp68 juta. Jika tidak diganti maka akan diganti dengan hukuman kurungan selama 1 tahun.

"Terdakwa Raden Intan Putra, dikenai hukuman denda sebesar Rp50 juta, subsider 6 bulan kurungan," kata Jaksa.

Majelis Hakim Syamsudin dialam sidang daring itu memberikan kesempatan terhadap terdakwa untuk mengajukan pembelaan. "Sidang kita tunda pada hari Kamis 14 Mei 2020 dengan agenda pembelaan," kata Jaksa.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar