#terdakwa#ekstasi

Dituntut 13 Tahun Penjara, Pengacara Terdakwa Pemilik Ekstasi Keberatan

( kata)
Dituntut 13 Tahun Penjara, Pengacara Terdakwa Pemilik Ekstasi Keberatan
Lampost.co/Febi Herumanika

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penasehat Hukum dari terdakwa Endang Suciati (35) Warga Dusun B Rt/Rw 002/002 Kelurahan Hanura Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran menolak tuntutan terhadap kliennya yakni pidana penjara 13 tahun.

Atas tuntutan tersebut, ES memiliki narkotika jenis ekstasi lebih dari 200 butir menyatakan keberatan dengan alasan kliennya hanya korban peredaran gelap narkotika, Senin, 5 Maret 2020.

Menurutnya, Ahmad Kurniadi selaku penasehat hukum terdakwa, Endang merupakan korban dari peredaran narkoba, kliennya tersebut tidak mengetahui apa-apa soal narkotika dan dia hanya diperintah oleh majikan tempatnya bekerja.

"Pada intinya klien kami atas nama Endang hanya sebagai korban dari peredaran narkoba, karna Endang tidak mengetahui sama sekali bahwa barang haram itu ada dirumah bos nya. Endang ini hanya pembantu rumah tangga yang mana bosnya telah menjadi target oprasi dari Polisi," kata dia.

Dalam hal ini kata Ahmad Kurniadi, pihaknya meminta majlis hakim memberi putusan yang seadil-adilnya kepada terdakwa, dan pastinya majelis hakim cermat melihat kasus tersebut.

"Kami sebagai penasehat hukum dari pos bantuan hukum Pengadilan memohon majelis untuk meringankan hukuman terdakwa ini," kata dia.

Jaksa Penuntut Umum Maranita mengatakan terdakwa Endang bersalah melakukan Tindak Pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I yang beratnya lebih dari 5 (lima) gram sesuai pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Menjatuhkan Pidana penjara terhadap terdakwa Endang Suciati dengan pidana penjara selama 13 tahun dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dan dengan perintah terdakwa tetap ditahan" kata Jaksa.

Selain pidana penjara terdakwa juga dibebankan membayar pidana denda Rp1 Miliar subsider 6 bulan. Menyatakan barang bukti berupa 1 buah kotak bekas margarine merek Forvita yang didalamnya terdapat 96 buah kapsul kombinasi warna kuning putih berisikan gumpalan warna coklat dengan berat netto seluruhnya 13,3799 gram dan 10 buah kapsul kombinasi warna kuning putih bekas berisikan gumpalan warna coklat yang habis tak tersisa setelah diperksa.

Selain itu, 11 buah kapsul kombinasi warna kuning hijau berisi gumpalan warna coklat dengan berat netto seluruhnya 1,5793 gram dan 5 buah kapsul kombinasi warna kuning hijau bekas berisikan gumpalan warna coklat yang habis tak tersisa.

Kemudian, 1 buah kapsul kombinasi warna hijau-putih bekas berisikan gumpalan warna coklat yang habis tak tersisa, 1 buah kapsul kombinasi warna merah hitam bekas berisikan gumpalan warna coklat yang habis tak bersisa, 1 buah kapsul warna orange bekas berisikan gumpalan warna coklat yang habis tak bersisa, 1 buah kapsul kombinasi warna merah putih beriskan gumpalan warna coklat dengan berat netto 0,1381, dan 1 buah kapsul kombinasi warna merah putih bekas berisikan gumpalan warna yang habis tak bersisa, 1 bungkus plastic bening berisikan gumpalan warna coklat dengan berat netto 45,5723 gram, 1 bungkus plastik warna putih yang didalmnya terdapat kapsul kosong Dirampas untuk dimusnahkan.

Hal-hal yang memberatkan Perbuatan terdakwa menghambat program pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan narkotika.. Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, sementara hal-hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesali, terdakwa bersikap sopan di persidangan, terdakwa tidak pernah dihukum.

Jaksa Maranita menjelaskan, pada Selasa tanggal 24 September 2019 sekira pukul 09.00 WIB, Rosmala Dewi (DPO) datang menemui terdakwa di rumah di Desa Hurun Teluk Pandan, Pesawaran dan meminta terdakwa untuk menerima serta menyimpan gumpalan narkotika jenis ekstasi.

Kemudian, terdakwa menyetujuinya lalu menerima 2 gumpalan ekstasi yang dimasukkan kedalam plastik serta 1 bungkus plastik bening berisikan kapsul kosong. Terdakwa menyimpannya di dalam lemari pakaian yang berada didekat dapur rumah tersebut.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar