#penganiayaan#beritalampung

Ditolong Warga, Korban Penusukan Minta Live Facebook

( kata)
Ditolong Warga, Korban Penusukan Minta Live Facebook
Tangkap layar video siaran di Facebook dari akun Rahman Bulex yang memperlihatkan korban penusukan. Lampost.co/Asrul


Sukadana (Lampost.co) – Sosial media dihebohkan dengan adanya siaran langsung Facebook berdurasi 7 menit 18 detik dari akun Rahman Bulex, Sabtu, 13 Maret 2021. Siaran itu memperlihatkan seorang pria menggunakan kemeja biru di dalam mobil yang menjadi korban penusukan.

"Alhamdulilllah kita diberi nikmat oleh Allah selalu bisa menolong sesama. Amin," caption dalam siaran langsung tersebut.

Rahman (41) pemilik akun Facebook tersebut, menjelaskan siaran langsung itu atas permintaan korban kepada istrinya, Niluh Listriani (36) yang menemukan Indra Fauzi, warga Cikarang, Jawa Barat, yang merupakan sales regulator gas elpiji.

Saat itu, Niluh bersama anaknya mengendarai motor menuju salah satu desa di Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur. Saat di perjalanan, tepatnya di Jalan Penghubung Desa Peniangan dan Desa Gunung Mas, istrinya melihat korban berjalan dengan perut meneteskan darah sambil berteriak minta tolong.

"Istri saya sempat enggak mau, takutnya modus, tetapi dilihat ada darahnya. Jadi enggak tega istri saya turun dan coba nolongin. Pas dicek benar kena tusuk dan ususnya juga terburai," ujar Rahman, saat dihubungi Lampost.co, Senin, 15 maret 2021.

Saat itu istrinya tak langsung mengantarkan korban untuk dirawat, karena sedang naik motor. Untuk itu istrinya meminta pengendara lainnya yang melewati jalan menggunakan motor matic untuk dibawa ke Puskesmas terdekat.

"Sampai di puskesmas, karena Sabtu jadi di Puskesmas Mardi Waluyo enggak ada orang, sehingga belum ditangani medis," katanya.

Kemudian, Niluh meneleponnya, sehingga membawa mobil untuk menghampiri istrinya. "Di mobil itu istri live Facebook pakai akun saya. Sedangkan saya ngebut bawa korban ke rumah sakit terdekat untuk segera dirawat. Live itu korban yang minta untuk bukti kalau dia jadi korban percobaan pembunuhan," ujarnya.

Dari keterangan korban, Indra mengaku sebelum kejadian hendak mempromosikan produk. Korban berangkat dengan rekannya yang merupakan eks sales regulator tempatnya bekerja. "Dua orang rekannya itu yang kata nusuk dan KTP-nya dibawa kabur sama kawannya itu," paparnya.

Rahman pun sempat membawa korban ke Polsek terdekat untuk melapor peristiwa tersebut. "Di klinik itu sempat dirawat, tetapi alatnya enggak lengkap. Jadi di rujuk ke RS Airan, tetapi saya dan istri enggak ikut, karena mau besuk orang tua yang sakit," paparnya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar