#ottmentrikelautan#kpk#beritanasional

KPK Segel Ruangan Menteri Kelautan

( kata)
KPK Segel Ruangan Menteri Kelautan
Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo menjadi tersangka KPK. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez


Jakarta (Lampost.co): Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah uang tunai dari penggeledahan di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal ini buntut penahanan eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam kasus dugaan suap izin ekspor benur atau benih lobster.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri KKP, Agung Tri Prasetyo, menuturkan tidak mengetahui persis berapa jumlah uang tunai yang disita. Namun, dia memastikan ruangan di lantai menteri KP telah disegel KPK.

"Lantai 16 di Gedung Mina Bahari 4 KKP, infonya disegel. Ruangan menteri di lantai ini," ujar Agung, Sabtu, 28 November 2020.

Pelaksana tugas juru bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, mengungkapkan penggeledahan yang dilakukan Jumat, 27 November 2020, dimulai sejak pukul 10.45 WIB sampai sekitar pukul 03.00 WIB. Penyidik menemukan sejumlah barang berupa uang tunai.

"Uang tunai itu dalam bentuk mata uang rupiah dan mata uang asing yang saat ini masih dilakukan penghitungan," kata Ali.
 
Disamping itu, penyidik KPK menemukan beberapa dokumen dan barang bukti elektronik terkait perkara dugaan suap yang diterima tersangka Edhy Prabowo. Tim penyidik dipastikan belum berhenti menggeledah lokasi-lokasi untuk mencari jejak perkara ini.

Edhy terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Rabu, 25 November 2020. Ada tujuh tersangka dalam kasus itu di antaranya Edhy, Staf Khusus Menteri KKP Safri, staf istri Menteri KKP Ainul Faqih, pengurus PT Aero Citra Kargo Siswadi, dan Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito.

Edhy bersama tersangka lainnya diduga menerima uang Rp9,8 miliar dan US$100 ribu. Uang itu dipakai Edhy untuk belanja beberapa barang mewah di Hawaii, Amerika Serikat.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar