#Pendampingan#Peternak#Kotabumi

Distan Optimalkan Pendampingan Pemilik Ternak

( kata)
Distan Optimalkan Pendampingan Pemilik Ternak
Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Peternakan, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lampung Utara, Aris Siswoyo, di ruang kerjanya, Senin  (15/10/2018). (Lampost/Yudhi Hardiyanto)


KOTABUMI (lampost.co) -- Untuk mengoptimalkan program percepatan swasembada daging yang terkaver pada kegiatan upaya khusus sapi induk wajib bunting (Upsus Siwab) yang diluncurkan Kementerian Pertanian (Kementan),  Dinas Pertanian (Distan) Lampung Utara mengoptimalkan pendampingan melalui petugas  pada pemilik ternak mengenai tata cara budidaya yang benar.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Peternakan, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lampung Utara, Aris Siswoyo, di ruang kerjanya, Senin  (15/10/2018) mengatakan untuk penanganan bagi sapi betina yang mengalami gangguan reproduksi pada program percepatan swasembada daging yang merupakan program Kementan yang didanai APBN  dan menjadi Tugas Perbantuan (TP) Dinas Perkebunan dan Peternakan Propinsi Lampung yang masuk dalam kegiatan Upsus Siwab. Pihaknya memberikan penyuluhan dan pendampingan melalui petugas Distan yang tersebar di 23 kecamatan se-Lampura. 

"Dalam penanganan sapi betina yang mengalami gangguan reproduksi, pihaknya melakukan pendampingan melalui petugas peternakan yang tersebar di kecamatan dengan mengajarkan pada peternak mengenai tata cara budidaya ternak sapi yang baik dan benar. Sebab, merujuk data yang di himpun petugas dari 180 ekor sapi betina yang mengalami gangguan reproduksi, penyebab utama gangguan rata-rata karena kurang gizi, telat menyapih, pengawasan birahi yang tidak tepat dan gangguan pada rahim yang berakibat;  buahi tenang atau sudah masanya berproduksi tapi belum terlihat tanda birahi, hipo fungsi ovarium, corplus luterum presisten (CLP) dan endomertivis ( peradangan uterus)" ujarnya pada lampost.co.

 

 

 

Yudhi Hardiyanto







Berita Terkait



Komentar