kelompoktanipupuk

Distan Lamteng Sebut Keluhan Kelompok Tani Sudah Sampai ke Menteri

( kata)
Distan Lamteng Sebut Keluhan Kelompok Tani Sudah Sampai ke Menteri
Pengecer pupuk di Kotagajah, Lampung Tengah, didatangi pejabat Disdag Lampung untuk menanyakan soal keluhan petani dan pengecer.Istimewa


GUNUNGSUGIH (Lampost.co) -- Dinas Pertanian (Distan) Lampung Tengah mengakui keluhan terkait pembebanan pupuk nonsubsidi untuk menebus pupuk subsidi sudah masuk ke dinas cukup lama. Laporan itu sudah diteruskan kepada perwakilan Petrokimia dan Menteri Pertanian saat ada kunjungan ke Trimurjo, Lampung Tengah beberapa waktu lalu. Namun hingga saat ini belum ada perubahan, terbukti dengan munculnya pemberitaan keluhan petani di Kota Gajah. 

Sekretaris Dinas Pertanian Edy Dariyanto mengatakan, keluhan dari kelompok-kelompok tani karena diharuskan menebus pupuk nonsubsidi sudah lama disampaikan ke Distan Lamteng. Hasil pengecekan dinas, kelompok dibebani pupuk nonsubsidi karena kios/pengecer juga dipaksa membeli NPK plus kalau mau menebus jatah Phonska subsidi untuk para petani. 

Menindaklanjuti keluhan itu, lanjut Edy, pihaknya telah menyampaikan kepada Direktur Petrokimia Gresik yang ditemui di Trimurjo beberapa waktu lalu. Bahkan, keluhan itu juga sudah sampai ke Menteri Pertanian yang berkunjung ke Lamteng 10 Juni 2020 lalu. 

"Setelah itu ada tim dari pusat yang ngecek ke Lampung Tengah. Tetapi kenapa belum ada perubahan saya tidak tahu persis," kata Edy. 

Terkait keluhan datang tak hanya dari Kota Gajah, Edy juga membenarkan. Tetapi ia juga tak bisa memastikan apakah seluruh Lamteng terjadi hal yang sama. 
"Itu sudah banyak kelompok tani yang ngeluh, tak hanya Kota Gajah. Tapi saya tidak tahu persis apa se-Lamteng begitu," kata Edy. 

Sebelumnya diberitakan kelompok tani dan pengecer di Kota Gajah mengeluh karena harus membeli pupuk nonsubsidi berupa NPK Plus kalau ingin mendapatkan pupuk phonska bersubsidi. Setiap satu ton 50 kg phonska subsidi, pengecer dibebani 25 kg NPK Plus.

Winarko







Berita Terkait



Komentar