#penangananinflasi#inflasi#bedahrumah#disperkim

Disperkim Bandar Lampung Klaim Belum Ada Koordinasi Pelaksanaan Bedah Rumah

( kata)
Disperkim Bandar Lampung Klaim Belum Ada Koordinasi Pelaksanaan Bedah Rumah
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Kota Bandar Lampung menganggarkan Rp5,8 miliar dari dana alokasi umum (DAU) untuk penanganan inflasi. Dari anggaran itu, Rp2 miliar untuk program bedah rumah melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim).

Namun, Kepala Disperkim Yustam Efendi mengaku tak mengetahui hal tersebut. Ia mengatakan belum ada koordinasi terkait pelaksanaan dari pengadaan anggaran tersebut.

"Kalau sekarang belum ada, tapi kalau ada perintah akan segera kami jalankan," kata dia, Minggu, 18 September 2022.

Menurut dia, pelaksanaan bedah rumah tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Perlu survei lapangan dan kesiapan pemilik rumah karena tidak ditanggung sepenuhnya.

Baca juga: Pemkot Bandar Lampung Anggarkan Rp11 Miliar untuk Gaji PPPK

Dalam program bedah rumah yang sudah ada, pemerintah hanya menyubsidi Rp20 juta. Sementara jika ada kekurangan dalam pelaksanaannya, pemilik rumah harus menggunakan dana pribadi.

Dia menambahkan bedah rumah dalam penanganan inflasi dirasa kurang tepat. Terlebih jika penggunaan anggaran ini tidak sesuai aturan, akan menjadi temuan BPK.

"Kalau misalkan dianggarkan, kami akan lihat dulu. Namun, kalau akan menjadi permasalahan, lebih baik direncanakan untuk tahun depan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, BPKAD telah menyusun anggaran penanganan inflasi melalui 3 mekanisme. Ketiga mekanisme itu, yakni Rp2,8 miliar untuk ketahanan pangan melalui Dinas Pangan. Kemudian penciptaan lapangan kerja Rp2 miliar dengan bedah rumah melalui Disperkim, dan program perlindungan sosial senilai Rp1 miliar melalui Dinas Perdagangan.(

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar