#perizinan#beritalampung#izintower#beritabandarlampung

Disperkim Akan Tolak Izin Menara TBG Jika Melanggar Aturan

( kata)
Disperkim Akan Tolak Izin Menara TBG Jika Melanggar Aturan
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Bandar Lampung siap menolak pengajuan perizinan PT Tower Bersama Group (TBG) untuk menara base transciever station (BTS) yang berada di Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjungsenang.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Disperkim Kota Bandar Lampung Yustam Effendi, Selasa, 10 Maret 2020. "Yang pasti, tim tidak akan menyetujui perizinan tower tersebut jika terbukti melakukan pelanggaran peraturan daerah (Perda). Karena sampai hari ini sudah banyak perizinan yang saya tolak karena melanggar Perda," kata Yustam.

Kemudian mengenai rapat Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) yang dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan.

Dia mengatakan surat penjadwalan rapat belum diterima dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) belum diterima.

"Sampai hari ini surat pengantar penjadwalan rapat TKPRD itu dari PTSP belum kami (Disperkim) terima. Setelah itu sudah kami terima akan kami jadwalkan," kata dia.

Dia menjamin akan membahas dalam rapat bersama satker terkait adanya dugaan pelanggaran Perda yang dilakukan oleh PT TBG.

"Nah terkait dugaan pelanggaran Perda yang dilakukan oleh pihak TBG itu akan kami (Disperkim) bahas secara komprehensif dalam rapat," ujarnya.

Disperkim meyakinkan bahwa siapapun bagi yang mengajukan permohonan perizinan tidak sesuai dengan Perda yang berlaku, maka akan ditolak.

"Siapapun yang mengajukan permohonan perizinan ketika dia melanggar, siapapun tidak pandang bulu pejabat sekalipun saya tolak," pungkasnya.

Sementara itu, sub kontraktor yang mengurus perizinan menara telekomunikasi milik PT TBG tersebut ketika dihubungi Lampung Post tidak dapat memberikan tanggapan secara jelas.

"Oh, kalau soal itu saya kurang tahu ya mas, kenapa izinnya baru diurus sekarang. Karena itu bukan ranah saya untuk menjawab," ujar Dina, selaku sub kontraktor saat dihubungi, Selasa, 10 Maret 2020.

Namun demikian, pihaknya mengakui bahwa telah mengurus berkas perizinan menara yang berada di Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjungsenang. "Iya saya, tapi kan saya cuma nganter dokumen saja. Dari pihak TBG yang minta saya ngurus izin," kata dia.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar