perkawinanpandemi

Dispensasi Pernikahan Dini Meningkat Selama Pendemi

( kata)
Dispensasi Pernikahan Dini Meningkat Selama Pendemi
Panitera Muda Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung Ahmad Syahab. Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Panitera Muda Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung Ahmad Syahab menyebutkan angkat dispensasi perkawinan meningkat selama pendemi covid-19. Data yang diterima dari Januari hingga Mei yaitu 246.

Dari 246 yang terdaftar, sekitar 266 telah diputus oleh pengadilan se-wilayah pengadilan Tinggi Lampung. Selebihnya, 20 adalah sisa putusan dispensasi tahun lalu.

"Ketika mengajukan permohonan pernikah ke KUA setempat dia mendapatkan penolakan karena yang bersangkutan belum mencukupi usia pernikahan yang terbaru calon pengantin wanita 19 tahun dan pria pun begitu," ujarnya kepada Lampost.co, Jumat 3 Juli 2020.

Ia menambahkan ketika ada penolakan maka petugas KUA meneruskan ke pengadilan Agama untuk mendapatkan dispensasi nikah. Syarat pernikahan dini salah satunya ialah mendapat penolakan dari KUA setempat karena usia belum cukup.

Menurutnya, yang terbanyak yaitu terdapat di Pengadilan Agama Gunung Sugih yaitu 67 yang terdaftar dispensasi pernikahan. Yang kedua terdapat  di Pengadilan Agama Kotabumi yaitu 39 yang terdaftar.

Kemudian, disusul oleh Pengadilan Agama Blambangan Umpu sebanyak 25, dan Pengadilan Agama Tulang Bawang sebanyak 21 perkara yang diterima.  Pengadilan Agama Kalianda sebanyak 16. Pengadilan Agama Krui 16, Pengadilan Agama Tanjung Karang 14, Pengadilan Agama Tulangbawang Tengah 12. Pengadilan Agama Metro 10, Pengadilan Agama Tanggamus 10. Pengadilan Agama Sukadana 7, Pengadilan Agama Pringsewu 5, dan Pengadilan Agama Gedong Tataan sebanyak 4.

"Namun dengan adanya undang2 yang terbaru yaitu undang-undang no 16 tahun 2019 maka batas usia minimal pengantin pria dan wanita sama-sama 19 tahun. Jadi mereka belum gendap 19 tahun maka di wajibkan melakukan dispensasi nikah," ujarnya.

Ia menjelaskan, dispensasi pernikahan merupakan pelunakan rintangan yang melarang atau membatalkan sebuah pernikahan karena belum cukup usia untuk menikah.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar