#beritalampung#beritalampungterkini#pengangguran#tenagakerja#ketenagakerjaan

Disnaker Lampung Terus Berupaya Tekan Tingkat Pengangguran

( kata)
Disnaker Lampung Terus Berupaya Tekan Tingkat Pengangguran
Dinas Tenaga Kerja Lampung menggelar rapat koordinasi perencanaan tenaga kerja di Emersia Hotel, Senin, 31 Oktober 2022. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lampung terus menekan angka pengangguran. Adapun sejumlah langkah dilakukan mulai dengan koordinasi secara masif dengan pemerintah kabupaten/kota dan stakeholder lain.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Lampung, Agus Nompitu, mengatakan jika pihaknya secara masif membahas agar tak hanya pemerintah provinsi tapi kabupaten/kota bisa memberikan kebijakan. "Kami upaya bagaimana kabupaten/kota punya inovasi atau program yang bisa mendorong dalam meningkatkan penempatan kesempatan kerja untuk masyarakat di daerah masing-masing," katanya dalam kegiatan pelaksanaan rapat koordinasi perencanaan tenaga kerja di Emersia Hotel, Senin, 31 Oktober 2022.

Baca juga: Metro 3 Besar Pengendalian Inflasi Terbaik Se-Sumatera 

Menurut dia, dengan melibatkan stakeholder, seperti BPS, Kemenaker, BPJS Ketenagakerjaan, BP2MI hingga Disnaker kabupaten/kota dapat memberikan solusi yang menjadi salah satu perhatian khusus Pemerintah Provinsi Lampung. "Selain itu juga kami upaya untuk memberikan perlindungan pada tenaga kerja baik sistem K3 maupun perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja. Ini tidak cukup jika kita kerjakan sendiri tapi semua harus sinergi," ujarnya.

Tercatat, jumlah pengangguran di Lampung sekitar 340 ribu, namun tingkat pengangguran ada penurunan year on year pada Febuari 2021 yang 4,45 persen dan Febuari 2022 menjadi 4,36 persen.

"Hal ini menjadikan Lampung sebagai terendah ketiga angka pengangguran di Sumatera setelah Bengkulu dan Bangka Belitung. Ini harus kita dorong dan usaha untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka," katanya.

Sementata itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Lampung Qodratul Ikhwan mengatakan jika tingkat pengangguran terbuka (TPT) merupakan indikator yang digunakan mengukur tenaga kerja yang tidak terserap pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja.

"TPT Lampung merupakan terendah ketiga di Pulau Sumatera. Penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 sampai Februari 2022 ada 340,6 ribu orang dan apabila dilihat menurut komposisi penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 terdapat 23,9 ribu pengangguran," ujarnya.

Selanjutnya 18,9 ribu bukan angkatan kerja karena Covid-19 dan 34,1 ribu orang sementara tidak bekerja karena Covid-19 serta 263,6 ribu orang penduduk pekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19.

"Pada ruang lingkup yang lebih sempit, kami mendorong dalam menjamin kelangsungan hidup dan pengembangan perusahaan melalui pelaksanaan program kepegawaian yang terarah dan untuk menjamin perlindungan pegawai," katanya.

Pihaknya juga mendorong agar sektor hubungan industrial yang harmonis, peningkatan kesejahteraan, menciptakan kesempatan kerja dapat terwujud di Lampung. "Untuk itu, perusahaan wajib menyusun dan melaksanakan perencanaan tenaga kerja mikro serta secara periodik melaporkan kepada aparatur dinas di kabupaten/kota sehingga akan terarah," ujarnya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar