#beritalampung#beritabandarlampung#bansos

Disnaker Data Ulang Pekerja Swasta Yang Terima Bansos

( kata)
Disnaker Data Ulang Pekerja Swasta Yang Terima Bansos
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung terus melakukan pendataan pekerja swasta. Hal tersebut dilakukan guna melihat potensi karyawan swasta yang berpenghasilan dibawah Rp3,5 juta sejalan dengan rencana program Bantuan Sosial (Bansos) oleh pemerintah pusat. 

Kepala Disnaker Provinsi Lampung Agus Nompitu mengatakan jika rencana Bansos Rp600 ribu yang diberikan untuk pekerja dengan gaji dibawah Rp3,5 juta tersebut, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis pemberian bansos untuk pekerja. 

"Karena sekarang kami baru dapat penjelasan akan ada Bansos saja. Tapi untuk tahapan secara teknis kami masih menunggu secara rinci dan jelas," kata Agus, Selasa, 30 Agustus 2022.

Namun, selagi menunggu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan guna memperbaharui berapa banyak pekerja di Lampung yang memiliki gaji dibawah Rp3,5 juta.

Baca juga: Juru Parkir Ditemukan Meninggal di Gedung Kosong Bandar Lampung

"Yang jelas untuk menerima bantuan sosial ini, pekerja swasta dinyatakan secara resmi tergabung di BPJS Ketenagakerjaan yang didaftarkan oleh perusahaan masing-masing," kata dia. 

"Untuk data terakhir kami ada di tahun 2021, tapi untuk sekarang diperbaharui karena mengantisipasi ada perubahan di 2022 ini. Karenanya kami ingin memperbaharuinya, sekaligus menunggu aturan jelasnya dari pemerintah pusat sehingga kita bekerjanya tidak menyalahi aturan," sambungnya.

Tercatat, pada 2021 lalu, bantuan serupa berupa upah diberikan kepada daerah yang masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Untuk Provinsi Lampung pada saat itu yang berstatus PPKM level 4 di daerah Bandar Lampung dan Metro. Dimana untuk Bandar Lampung sebanyak 3.498 badan usaha dengan total pekerja 60.896 orang dan di Metro ada 810 badan usaha dengan 5.825 tenaga kerja.

"Secara total dua daerah tersebut hampir 70 ribuan pekerja. Terkait penerima di tahun ini kita tunggu mekanisme apakah seluruh Provinsi Lampung atau seperti apa," katanya. 

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar