#rerie#covid-19

Disiplin Keluarga Jalankan Prokes Dinilai Mendesak

( kata)
Disiplin Keluarga Jalankan Prokes Dinilai Mendesak
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Pencegahan meluasnya penyebaran Covid-19 perlu segera dikendalikan dengan meningkatkan disiplin protokol kesehatan (prokes) dari anggota keluarga.

"Kluster penyebaran Covid-19 saat ini masuk satuan masyarakat terkecil yaitu keluarga. Perlu gerakan masif untuk mewujudkan anggota keluarga yang sadar dan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 29 Juni 2021.

Catatan Komite Penanganan Covid-19 Nasional dalam Covid19.go.id, hingga Senin, 28 Juni 2021, kasus terkonfirmasi positif di Jawa Timur sebanyak 165.013 kasus dan 14.173 kasus di antaranya terjadi pada anak-anak di bawah usia 18 tahun. 

Paparan Covid-19 pada anak tersebut, jelas Lestari, mengutip laporan Satgas Covid-19, akibat semakin banyaknya klaster keluarga dalam beberapa pekan terakhir.

Hal yang sangat memprihatinkan, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, dari 14.173 kasus positif Covid-19 pada anak di Jatim itu, 75 anak diantaranya meninggal dunia.

Upaya meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan keluarga dalam melaksanakan prokes, tegas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus menjadi prioritas dan masif guna meredam laju penularan.

Keterlibatan para pemangku kepentingan di wilayah seperti RT/RW, Lurah, Camat, hingga Gubernur, sangat diharapkan untuk menginisiasi kepatuhan dan kedisplinan menjalankan prokes setiap keluarga.

Dia berharap, upaya tersebut bisa menekan penularan Covid-19 terhadap anak dan berpotensi menekan jumlah kasus positif Covid-19 secara umum di setiap wilayah.

Dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di setiap wilayah, upaya sosialisasi masif terkait disiplin prokes harus konsisten dilakukan, agar setiap keluarga menyadari pentingnya menerapkan prokes dalam keseharian.

Menurut dia, saat ini berbagai upaya harus dilakukan untuk mengurangi beban di sektor hilir dalam pengendalian Covid-19. 

Sebab, saat ini sejumlah fasilitas kesehatan kewalahan menangani gelombang peningkatan pasien Covid-19. Apalagi, semakin terbatasnya ruangan isolasi, ICU, oksigen dan tenaga medis.

Dengan kondisi itu, bila kesadaran dan disiplin prokes masyarakat tidak bisa ditingkatkan secara signifikan, potensi terlantarnya orang terpapar Covid-19 dan tidak mendapat pelayanan dengan baik, akan semakin besar. "Kondisi itu berpotensi menghambat upaya pengendalian Covid-19 di tanah air," ujarnya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar