#beritalampung#beritadaerah#lampung#illegal#logging

Dishut Kembali Tangkap Pelaku Pembalakan Liar

( kata)
Dishut Kembali Tangkap Pelaku Pembalakan Liar
Ilustrasi pembalakan liar. (Dok. Lampost.co)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dinas Kehutanan Provinsi Lampung kembali menangkap pelaku illegal logging (pembalakan liar) di kawasan hutan lindung Lampung, Jumat (26/1/2018), Dishut mengamankan dua orang tersangka dan satu unit truk pengangkut 21 batang kayu sonokeling di Pardasuka, Pringsewu.

Kayu sonokeling itu disinyalir berasal dari aktivitas pembalakan liar di Register 21 Perintian Batu, Pekon Selapan. Tersangka dan barang bukti kini diamankan, dan langsung dilakukan penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dishut Provinsi Lampung di bawah koordinasi Korwas PPNS Kepolisian Daerah Lampung.

Sehari sebelumnya, empat pelaku penebangan liar di Register 28 Pematang Neba, Resort Way Lima juga berhasil ditangkap. Penangkapan dilakukan Tim Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pematang Neba yang terdiri dari polisi kehutanan (polhut) dan mitra KPH di hutan lindung regiter 28 Pematang Neba, di resort Way Lima, KPH Pematang Neba, Talang Cipatat, Pekon Tamansari, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Kamis (25/1) sore. 

Penangkapan dilakukan setelah tim KPH melakukan pengintaian setelah mendapat informasi masyarakat akan adanya aktivitas illegal logging. Enam pelaku penebangan liar kayu di kawasan hutan lindung Register 28 Pematang Neba berhasil disergap. 

Keenam pelaku langsung diamankan beserta barang bukti berupa empat unit chainsaw, tiga sepeda motor, satu senapan angin, serta kayu sonokeling dan medang. 

"Para pelaku dan barang bukti langsung diserahkan ke Polres Tanggamus untuk proses lebih lanjut," ungkap Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Syaiful Bachri didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi  Hutan, Wiyogo Supriyanto, Jumat (26/1).

Syaiful menjelaskan kejahatan illegal logging menjadi musuh utama dalam upaya pelestarian sumberdaya alam dan hutan. Oleh karenanya fokus perlindungan hutan diarahkan pada kawasan hutan lindung di blok perlindungan dengan tegakan pohon yang masih baik. Sedangkan pelaku illegal logging ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Dishut juga terus berupaya melakukan sinkronisasi dan sinergitas perlindungan dan pengamanan hutan, terutama akan ancaman gangguan hutan berupa illegal logging yang saat ini marak, khususnya jenis tanaman sonokeling. 

"Seluruh polhut siaga satu terhadap kejahatan kehutanan yang dapat mengganggu kelestarian sumberdaya hutan sebagai penyangga kehidupan. Kami sampaikan penghargaan kepada Tim KPH Pematang Neba dan Polhut Dinas Kehutanan Lampung beserta seluruh pihak terkait atas keberhasilan melakukan penangkapan penebangan pohon," pungkas Syaiful.

Nova Lidarni/Rilis







Berita Terkait



Komentar