#pemalsuan#beritalampung

Dishub Tulangbawang Diduga Palsukan Dua Surat Registrasi

( kata)
Dishub Tulangbawang Diduga Palsukan Dua Surat Registrasi
Caption: Surat izin registrasi bongkar muat barang yang diduga dipalsukan pihak Dishub Tulangbawang. (Lampost.co/Ferdi Irwanda).


MENGGALA (Lampost.co) -- Dinas Perhubungan Tulangbawang diduga melakukan pemalsuan surat registrasi bongkar muat barang dan surat registrasi izin usaha angkutan.

Bahkan, pemalsuan surat itu pun turut mencatut nama Kabupaten Lampung Selatan, dengan memalsukan tanda tangan dan stempel Kabid Angkutan, Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan.

Pihak Dinas perhubungan Tulangbawang, menarik sejumlah uang di luar ketentuan kepada masyarakat pembuat KIR dan surat registrasi bongkar muat barang dan surat registrasi izin usaha angkutan.

"Kami ditarik Rp360 ribu untuk memperpanjang KIR dan surat registrasi bongkar muat barang dan surat registrasi izin usaha angkutan. Namun, surat registrasi bongkar muat barang dan surat registrasi izin usaha angkutan itu diterbitkan atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, padahal yang menerbitkan Dishub Kabupaten Tulangbawang," kata narasumber kepada wartawan, Senin (5/8/2019).

Kepala Dinas Perhubungan Tulangbawang Halik Syahril saat dikonfirmasi menyatakan, tidak mengetahui adanya surat registrasi bongkar muat barang dan surat registrasi izin usaha angkutan yang diterbitkan oleh dinas yang dipimpinnya.

"Ini siapa yang buat. Ini kan dari Lampung Selatan bukan dari Tulangbawang. Tidak mungkin lah kalau ini diterbitkan Dishub Tulangbawang. Kalaupun ini diterbitkan oleh Dushub Tulangbawang ini pasti ulah oknum bukan pihak Dishub Tulangbawang," katanya.

Salah satu pegawai loket pembuatan KIR Tulangbawang Arief mengaku, sempat melihat blanko sejenis izin surat registrasi bongkar muat barang dan surat registrasi izin usaha angkutan di kantor loket KIR Tulangbawang.

"Tapi biasanya, mereka cuma numpang ngetik saja di loket," ujarnya. 

Namun, Arief bungkam, ketika ditanya soal pemilik dan asal blangko tersebut.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Lampung Selatan Mulyadi Saleh melaluiKabid Angkutan Dwiko Yoba menyatakan, bahwa surat registrasi bongkar muat barang dan surat registrasi izin usaha angkutan itu palsu.

"Dinas perhubungan Lampung Selatan sudah tidak menerbitkan lagi surat registrasi bongkar muat barang dan surat registrasi izin usaha angkutan. Ini bukan tanda tangan saya, jadi surat ini kami pastikan palsu," kata Dwiko.

Ferdi Irwanda







Berita Terkait



Komentar