#beritalampung#beritapesawaran#kecelakaan

Dishub Pesawaran Surati PT KAI Ajak Kolaborasi Bangun Pintu Perlintasan di Desa Gedung Gumanti

( kata)
Dishub Pesawaran Surati PT KAI Ajak Kolaborasi Bangun Pintu Perlintasan di Desa Gedung Gumanti
Foto: Dok/Wikipedia


Pesawaran (Lampost.co): Pasca-kecelakaan yang melibatkan kereta api dan kendaraan roda empat jenis Pajero BE-7777-UMI, di perlintasan jalur kereta api di Desa Gedung Gumanti, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, Dinas Perhubungan kabupaten setempat langsung berkoordinasi dengan PT KAI.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pesawaran Ahmad Syafei mengatakan bahwa selama ini di jalur perlintasan kereta api yang berada di Desa Gedung Gumanti tidak ada pintu perlintasan maupun penjaga guna mengatur lalu lintas kendaraan ataupun orang yang melintas di rel kereta api tersebut.

"Memang di lokasi itu tidak ada pintu perlintasan, namun biasanya ada masyarakat yang membantu ikut mengatur kendaraan yang hendak lewat melalui rel tersebut," ujarnya, saat dihubungi, Kamis, 15 September 2022.

Dirinya mengatakan setelah insiden kecelakaan kemarin yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan dua orang dirawat, pihak Dishub langsung menyurati PT KAI untuk dapat berkolaborasi membangun pintu perlintasan rel kereta api di Gedung Gumanti.

"Kalau mengacu pada Undang-Undang memang benar, pintu perlintasan harus dilakukan atau dibangun oleh Pemda. Tapi kan tidak semua Pemda memiliki dana untuk itu, makanya kita nanti akan kolaborasi apakah pintu dibangun PT KAI dan kita penjaganya atau gimana," ujar dia.

Menurutnya, sebelum melintasi pelintasan yang resmi terjaga, masyarakat dilarang menerobos apabila sirene sudah berbunyi dan palang pintu mulai menutup.

"Sedangkan saat melintasi pelintasan yang tidak terjaga, masyarakat wajib melihat kondisi kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas," kata dia.

"Saya berpesan kepada masyarakat Pesawaran, khususnya di daerahnya yang terdapat rel kereta agar dapat lebih waspada dan berhati-hati sebelum melintasi rel kereta, hal ini guna menjaga keselamatan," katanya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar