DisdukcapilPPDB

Disdukcapil Metro Tak Mengenal Surat Izin Domisili

( kata)
Disdukcapil Metro Tak Mengenal Surat Izin Domisili
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Metro, Maria Fitri Jayasinga. Lampost.co/Bambang

METRO (Lampost.co) -- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Metro menyatakan tidak mengenal adanya surat domisili. Data kependudukan seluruhnya sudah masuk dalam Kartu Keluarga (KK).

Hal itu ditegaskan Kepala Disdukcapil Kota Metro Maria Fitria Jayasinga, menanggapi adanya surat keterangan domisili yang dikeluarkan Lurah Yosodadi, Metro Timur diduga untuk memuluskan penerimaan siswa baru di SMAN 1 Metro.

Baca juga: DPRD Metro Minta Surat Domisili dari Lurah Yosodadi untuk PPDB Dicabut

"Untuk setiap penduduk Kota Metro, tidak ada yang tidak memiliki KK. Kalaupun ada, surat domisili itu harus mengacu pada pembuatan KK. Jika tidak sesuai dengan KK itu namanya memanipulasi data," kata dia, Selasa, 23 Juni 2020.

Maria juga menambahkan, di dalam UU Administrasi Kependudukan (Adminduk) Nomor 23 Tahun 2006 Pasal 94 disebutkan bahwa orang yang tidak berwenang dan memanipulasi data akan dipidana. Sanksi pidana diberikan dengan ancaman kurungan penjara maksimal 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp75 juta. Dalam perubahan UU Nomor 24 Tahun 2013, disebutkan tidak ada lagi surat keterangan domisili.

"Aturan ini juga telah dirubah dalam UU Nomor 24 Tahun 2013, dalam UU ini dikatakan tidak ada lagi surat keterangan domisili. Jika dalam Permendikbud Nomor 44 Pasal 4 menyebutkan bahwa syarat PPDB ini menunjukkan KK atau surat domisili, sehingga prioritas utama ada di kartu keluarga," kata dia.

Sementara itu terkait adanya surat domisili, Maria mengaku tidak mengetahui kerena pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat domisili. Meski begitu ia mengakui telah menerima laporan dari masyarakat untuk mengetahui kebenaran adanya peserta PPDB yang bukan warga Kota Metro. Dia juga mengaku telah mengantongi beberapa nama tersebut.

"Kemarin ada beberapa wagra yang meminta dicek. Saya sudah cek ada sekitar 10an orang. Memang dari data yang saya dapatkan ini ada kejanggalan, orang tuanya tinggal di Metro Barat namun anaknya tinggal di Metro Timur. Bahkan ada juga orang Metro Pusat dan Metro Utara yang sama seperti itu," paparnya. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar