disdukcapil

Disdukcapil Lampung: Warga Bisa Cetak Sendiri Dokumen Kependudukan

( kata)
Disdukcapil Lampung: Warga Bisa Cetak Sendiri Dokumen Kependudukan
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh.

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah telah menggulirkan kebijakan mengenai pelayanan administrasi kependudukan secara online. Mulai 1 Juli 2020, masyarakat bisa mencetak sendiri Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran, dan akte kematian dengan menggunakan kertas HVS A4 warna putih 80 gram. 

Dokumen kependudukan yang telah menggunakan Format Digital dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) tidak lagi memerlukan legalisir. Selanjutnya, pemohon dapat mencetak secara mandiri berdasarkan kode PIN/barcode yang dikirimkan melalui ponsel (HP) atau email aktif. Kemudian bisa juga diprint dari rumah.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh mengatakan, untuk pelayanan berada di Pemerintah Kabupaten/Kota, sementara Pemerintah Provinsi melakukan monitoring. Untuk masyarakat yang melaksanakan pengurusan dokumen kependudukan contohnya mengurus KK karena ada perubahan di dalam data KK tersebut seperti rubah status, penambahan titel atau gelar atau perubahan alamat dan sebagainya bisa mengurus melalui online.

"Kemudian mengurus melalui online (nomor online bisa dilihat di Kantor Dukcapil Kab/Kota), maka prosesnya nanti hasil dari dokumen tersebut akan dikirim melalui email yang bersangkutan dengan diberikan password/PIN nya dan si pemohon tinggal print saja. Diusahakan untuk kertasnya yaitu HVS A4 80gr," katanya kepada Lampung Post, Senin, 6 Juli 2020.

Hal tersebut dalam rangka meningkatkan Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil bagi masyarakat serta dengan memperhatikan beberapa perubahan ketentuan perundang-undangan terkait admistrasi kependudukan antara lain Undang-Undang No. 24 Tahun 2013 tentang, Perubahan Undnag-Undang No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. 

Lalu, Peraturan Presiden No. 96 Tahun 2018 tentang, Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, Peraturan Mendagri No. 109 tahun 2019 tentang, Pendokumentasian Administrasi Kependudukan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 104 Tahun 2019  tantang, Formulir dan Buku yang digunakan dalam Admimistrasi Kependudukan.

Meskipun implementasi mengeprint KK secara mandiri sudah dimulai pada 1 Juli 2020 kemarin, dirinya belum mengetahui sampai saat inu sudah berapa orang yang mendapatkan pelayanan tersebut di seluruh penjuru Bumi Ruwai Jurai. "Wah belum bisa dihitung, kan pembuatan KK dihitung kesemuannya tiap hari, baik yang dicetak oleh Dukcapil sendiri atau oleh pemohon sendiri," katanya.

Winarko



Berita Terkait



Komentar