demoomnibuslaw

Disdikdibud Minta Sekolah Cegah Siswa Terlibat Demo

( kata)
Disdikdibud Minta Sekolah Cegah Siswa Terlibat Demo
Sekretaris Disdikbud Lampung Aswarodi. Lampost.co/Umar Robbani


BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Sebanyak 242 pelajar dan mahasiswa sempat diamankan oleh pihak kepolisian dalam demonstrasi penolakan Omnibus Law beberapa waktu lalu. Menyikapi hal itu, Disdikbud Lampung mengimbau sekolah-sekolah untuk mencegah para pelajar terlibat dalam aksi-aksi lanjutan.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Disdikbud Lampung Aswarodi, Senin, 12 Oktober 2020. Ia menyampaikan, upaya tersebut bisa dilakukan dengan memaksimalkan pelaksanaan pembelajaran daring.

Ia mengatakan, wali kelas atau guru wajib memastikan para peserta didik mengikuti pembelajaran daring menggunakan aplikasi video conference. Kemudian melakukan absensi kehadiran pada pagi, siang, dam sore.

"Jadi biasanya hanya sampai siang, kita minta belajar daring dilakukan hingga sore. Hal ini untuk memastikan para peserta didik tetap berada di rumah," ungkap Aswarodi.

Selain itu, guru juga harus memberikan tugas yang terukur dan mengikat sehingga murid tetap berada di rumah. Kemudian, guru harus berkoordinasi dengan wali murid di rumah untuk memastikan peserta didik tidak keluar rumah.

"Apabila masih ada siswa yang terlaporkan bergabung di lokasi demo maka setiap sekolah agar menugaskan wakasek kesiswaan atau guru bimbingan konseling, pembina OSIS, guru yang ditunjuk untuk menarik siswanya masing-masing untuk pulang," tegasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar