#pungli#pendidikan

Disdikbud Semprit SDN 1 Beringin Raya Soal Pungutan Guru Pensiun

( kata)
Disdikbud Semprit SDN 1 Beringin Raya Soal Pungutan Guru Pensiun
SDN 1 Beringin Raya di Jalan Teuku Cik Ditro No.59, Beringin Raya, Kemiling, Beringin Raya, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung. Lampost.co/Umar Robani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung memberikan peringatan keras kepada Kepala SDN 1 Beringin Raya terkait adanya pungutan kepada peserta didik sebesar Rp25 ribu.

Sekretaris Disdikbud Bandar Lampung Eka Afriana Novel mengungkapkan, sekolah tidak boleh menarik biaya dari siswa selama pandemi covid-19. Sebab, pandemi sudah memberikan dampak secara ekonomi bagi para orang tua/wali. 

"Kami sudah tindaklanjuti dan beri peringatan pada pihak terkait," ujarnya, Selasa, 15 Juni 2021.

Baca: SDN 1 Beringin Raya Tarik Pungutan Wali Murid untuk Guru Pensiun

 

Ia mengatakan, surat yang beredar itu kini telah dicabut dan tidak berlaku. Dengan begitu peserta didik ataupun wali murid tidak lagi diwajibkan memberikan sumbangan.

Sebelumnya diberitakan, SDN 1 Beringin Raya, Kemiling menarik pungutan sebesar Rp25 ribu dari walimurid. Pungutan itu diperuntukan membeli cenderamata bagi guru yang akan pensiun.

Pungutan itu disampaikan melalui surat pemberitahuan yang ditandatangani Kepala Sekolah Ermintanti, 14 Juni 2021. Dalam surat itu disebutkan dua nama guru yang akan purnabakti dalam waktu dekat, yakni Ermintanti dan Erlena Nawi.

Selain itu, dalam surat itu juga disampaikan siswa diwajibkan membeli seragam muslim. Seragam itu dijelaskan untuk keperluan kegiatan keagamaan setiap hari Jumat.

Sekolah mematok seragam tersebut dengan harga berkisar Rp250 - 300ribu. Kedua pungutan itu dibayarkan saat pengambilan rapor peserta didik.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar