#pendidikan#paud

Disdikbud Lampura Dorong Peningkatan Kompetensi Guru PAUD

( kata)
Disdikbud Lampura Dorong Peningkatan Kompetensi Guru PAUD
Foto : Dok Lampost.co

Kotabumi (Lampost.co) -- Guna mendukung tumbuh kembang anak melalui layanan pendidikan usia dini yang berkualitas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kabupaten Lampung Utara,  mendorong peningkatan kompetensi guru pendidikan anak usia dini (PAUD).

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD dan dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kabupaten Lampung Utara, Yeni Sulistina, di ruang kerjanya, Jumat, 21 Februari 2020 mengatakan fakta di lapangan dari 1.124 guru PAUD yang mengajar di 441 lembaga yang tersebar di 23 kecamatan se-Kabupaten Lampung Utara.

Diakuinya,  sekitar lebih dari setengahnya, tenaga pengajar masih memiliki kualitas pendidikan rendah. Kebanyakan lulusan SMA hingga D3.

"Guru yang memenuhi kualifikasi secara akademisi sebagai tenaga pendidik minimal berpendidikan S1" ujarnya.

Merujuk data, terkait dari total 1.124 guru PAUD, mengenai kualifikasi lulusan, tersebut untuk PAUD non Formal dalam hal ini terbagi di taman penitipan anak, kelompok bermain (Kober) dan satuan pendidikan sejenis. lulusan SD dan SMP ada 19 guru, SMA (259 guru), lulusan D1,D2, D3 (23 guru) dan D4/S1 (89 guru) dan S2 (1 guru).

Sedangkan PAUD Formal,  yakni TK, Lulusan SD dan SMP (8 guru), SMA  (273 guru), D1, D2, D3 (45 guru) D4/S1 (376 guru) dan S2 (1 guru).

" Upaya pihaknya untuk meningkatkan kompetensi tenaga pengajar melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat) tingkat dasar yang dilakukan secara berjenjang" kata dia.

Dia mencontohkan, di 2019, Disdikbud telah melakukan Diklat bagi 80 guru PAUD di TK Darma Wanita Kotabumi dan 2020,  pelatihan bagi guru PAUD akan segera di gelar kembali dengan materi mendongeng dan mewarnai.

"Peningkatan kompetensi guru PAUD tidak dapat di tawar demi kualitas layanan pendidikan bagi anak didik usia dini dengan mengembangkan berbagai praktik inovatif pembelajaran berbasis bermain dan ini untuk menyikapi pesatnya perkembangan revolusi industry 4.0," tuturnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar