#Pendidikan#UjianNasional

Disdikbud Lampung Tindaklanjuti Pembatalan UN

( kata)
Disdikbud Lampung Tindaklanjuti Pembatalan UN
Kepala Disdikbud Lampung Sulpakar (Umar Robbani/Lampost.co)

Bandar Lampung (Lampost.co) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung tindaklanjuti pembatalan ujian nasioal (UN) oleh pemerintah. Rapat koordinasi terkait hal ini akan digelar Jumat, 27 Maret 2020.

Rakor yang diagendakan pukul 08.30 WIB di aula disdikbud setempat itu akan dihadiri MKKS SMA/SMK/SLB provinsi, serta kabupaten, dan kota. Dalam rakor akan dipaparkan keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membatalkan pelaksanaan UN 2020 untuk semua jenjang.

"Pada rapat tersebut saya akan menjelaskan bahwa UN dibantalkan secara menyeluruh, termasuk uji kompetensi keahlian juga ditiadakan," kata Kadisdikbud Provinsi Lampung Sulpakar kepada Lampost.co, Rabu, 25 Maret 3030.

Ia menjelaskan SE Mendikbud RI Nomor 4 Tahun 2020 memuat hasil rapat terbatas menteri dengan Presiden Joko Widodo pada Selasa pagi. Pembatalan UN tersebut merupakan upaya pencegahan penyebaran virus korona di Indonesia.

“Dengan keputusan tersebut, maka pelaksanaan UN SMA yang dijadwalkan pada Senin pekan depan, resmi dibatalkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk meniadakan UN 2020. Keputusan ini disampaikan melalui juru bicara presiden, Fadjroel Rachman.

Fadjroel menyebut keputusan Jokowi ini merupakan bagian dari penyelamatan kesehatan rakyat dalam menghadapi virus korona atau coronavirus disease 2019 (covid-19). Ditiadakannya UN juga bagian dari penerapan social distancing.

"Peniadaan UN untuk memotong rantai penyebaran virus Corona SARS 2 atau Covid-19. Penegasan ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas dengan pembahasan Ujian Nasional," kata Fadjroel dalam keterangannya, Selasa 24 Maret 2020.

Ujian Nasional ditiadakan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau setingkat Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau setingkat Madrasah Tsnawiyah (MTs). Kebijakan peniadaan UN perlu diikuti oleh partisipasi aktif warga.

"Terutama dalam penerapan perilaku social distancing, yaitu kerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah," tegas dia.

 

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar