#humaniora#disdikbud#bosda

Disdikbud Lampung Siap Sinergikan Permendikbud Nomor 51

( kata)
Disdikbud Lampung Siap Sinergikan Permendikbud Nomor 51
Kabid Pembinaan SMA/MA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Diona Katharina. Foto; Dok

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung bersiap untuk menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Kabid Pembinaan SMA/MA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Diona Katharina mengatakan di dalam sistem zonasi tidak semua anak-anak dari keluarga yang mampu. Ada juga keluarga yang tidak mampu di dalam zonasi. Untuk urusan anak yang tidak mampu ada program biaya operasional sekolah daerah (bosda).

"Jadi nanti begitu mereka terekrut melalui zonasi, program bosda-nya akan dilihat anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Kemudian, nanti kami survei siapa saja yang tidak mampu, kami berikan bosda," katanya kepada lampost.co, Minggu (20/1/2019).

Ia menceritakan anak-anak yang menerima bosda tidak dipungut biaya dalam mengenyam pendidikannya. Pihak-pihak sekolah harus melakukan pendataan secara faktual dan detail siapa saja peserta didik yang berhak menerima bosda. "Begitu penerimaan, sekolah akan melakukan sosialisasi kepada wali murid. Nantinya akan ada surat pernyataan mengikuti bosda. Kemudian akan ada survei dari pihak sekolah dan dinas," katanya.

Pihak Disdikdub Provinsi Lampung mendukung Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Pihaknya pun siap mengimplementasikan kebijakan tersebut. Ia mengatakan penerapan bosda sudah dilakukan di enam daerah yaitu Bandar Lampung, Lampung Utara, Way Kanan, Pesisir Barat, Lampung Barat, dan Mesuji.

"Sekarang bukan billing, tapi bosda. Kalau waktu itu billing siapa pun anak yang tidak mampu ekonominya bisa masuk sekolah. Hampir sama dengan billing dan bosda cuma perekrutannya sedikit berbeda," katanya.

Triyadi Isworo*



Berita Terkait



Komentar