#BBPOM#BandarLampung#Jajanan#Sekolah

Disdikbud Lampung Minta Pihak Sekolah Cek Jajanan di Lingkungan Sekitar

( kata)
Disdikbud Lampung Minta Pihak Sekolah Cek Jajanan di Lingkungan Sekitar
Kadisdikbud Lampung, Sulpakar (tengah) menyaksikan pemberian cinderamata dari Kepala BBPOM Bandar Lampung, Syamsuliani kepada Kepala SMAN 2 Bandar Lampung Jumani Darjo, pada kegiatan BBPOM Goes to School, Kamis (15/11/2018). (Lampost/Yusmart)

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung meminta pihak sekolah selalu mengecek jajanan makanan yang diperjualbelikan di sekolah. Bila menemukan jajanan mengandung bahan berbahaya segera melapor ke Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Disdikbud Lampung. 

Kepala Disdikbud Lampung, Sulpakar mengatakan jajanan atau makanan dijual pedagang kepada siswa di sekolah yang mengandung bahan berbahaya mampu merusak kesehatan serta menggangu produktivitas pendidikan belajar siswa. 

Untuk mencegah terjadinya penjualan makanan mengandung bahan berbahaya menurutnya pihak sekolah wajib melakukan monitoring ke kantin sekolah untuk memastikan makanan aman dikonsumsi siswa. Bila diketemukan, sekolah segera melaporkan ke Badan POM dan Disdikbud Lampung. 

"Sekolah sebaiknya membuat program untuk selalu mengecek jajanan yang dijual di kantin sekolah kepada siswa. Hal itu untuk memastikan jajanan aman dikonsumsi siswa," ujar dia pada kegiatan Badan POM Goes to School, di SMAN 2 Bandar Lampung, Kamis (15/11/2018).

Kegiatan ini dihadiri ratusan siswa di Bandar Lampung. Di kesempatan itu juga Kepala Balai Besar POM Bandar Lampung, Syamsuliani memberikan cinderamata kepada Kepala SMAN 2 Bandar Lampung Jumani Darjo.

Selain itu, dia juga meminta sekolah dapat berkoordinasi dengan orang tua siswa dalam memperhatikan gizi pada makanan yang dikonsumsi siswa selama di sekolah. Gizi seimbang, menurutnya mampu melahirkan generasi berkualitas.

"Mencerdaskan anak-anak bangsa selain melalui proses pendidikan yang baik, juga perlu memperhatikan gizi makanan yang dikonsumsi siswa. Gizi yang baik, mampu melahirkan generasi bangsa berkualitas," kata dia.

Kemudian Kepala BBPOM Bandar Lampung, Syamsuliani menerangkan sekolah mampu mengidentifikasi jenis jajanan makanan yang beredar di sekolah. Menurutnya, bahan mengandung bahan berbahaya sering pada makanan adalah boraks dan rhodamin B.

"Ada dua jenis bahan berbahaya sering digunakan pada makanan yaitu boraks dan rhodamin B. Jenis itu sering ada pada produk keripik tempe dan bakso. Tetapi karena seringnya kami melakukan uji sampel terhadap pedangan, kedua bahan berbahaya itu kini sudah tidak ditemukan. Tetapi masyarakat harus terus waspada," kata dia. 

 

Yusmart Dwi Saputra



Berita Terkait



Komentar