#snmptn#pendidikan

Disdikbud Lampung Antisipasi soal Kendala Akun LTMPT

( kata)
Disdikbud Lampung Antisipasi soal Kendala Akun LTMPT
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung membentuk tim lapangan untuk mengantisipasi sekitar 150 sekolah tingkat menengah atas di Lampung yang tidak bisa melakukan simpan permanen akun lembaga tes masuk perguruan tinggi (LTMPT) untuk proses SNMPTN 2020. Polemik tersebut tidak hanya terjadi di Lampung, namun seluruh Indonesia.

Berdasarkan siaran pers dari LTMPT, pendaftaran akun yang semula ditutup pada 7 Januari 2020 diperpanjang hingga 9 Januari 2020.

Kadis Dikbud Lampung Sulpakar memaparkan lima provinsi pendaftar akun permanen, yakni Yogyakarta, Gorontalo, Sumatera Barat, dan Kepulauan Bangka Belitung. Kemudian lima provins terendah, yakni Maluku Utara, NTT, NTB, Papua Barat, dan Sulawesi Barat.

"Yang pertama polemiknya nasional, Lampung juga bukan di urutan provinsi terburuk, faktornya banyak,” ujarnya, Rabu, 8 Januari 2019.

Tim bentukan Sulpakar berasal dari elemen MKKS yang telah berkoordinasi dengan Unila guna memecahkan masalah kesulitan simpan permanen akun. "Kami berikan arahan dan berbagai macam upaya, salah satunya untuk menghindari registrasi dan simpan permanen akun pada jam-jam sibuk," katanya.

Ditanya jumlah sekolah yang belum bisa simpan permanen, Sulpakar tak memilik data yang pasti. "Itu pihak panitia dan Unila, mereka yang miliki data base," katanya.

Kepala Badan Pengelolaan Penerimaan Mahasiswa Baru Unila, M Komar mengatakan perpanjangan pendaftaran akun oleh pusat karena beberapa kendala yang dialami sekolah di tingkat nasional. Salah satunya server yang sibuk ketika diakses secara bersamaan. Kemudian karena akreditasi sekolah yang belum ter-update sehingga sistem pun tidak bisa menjalankan simpan permanen akun sekolah.

Namun, ia belum bisa memaparkan data secara rinci jumlah sekolah yang belum simpan permanen karena sedang dalam proses, hingga 9 Januari 2020 nanti. "Data terakhir 150 sekolah, data terakhir kami belum dikirim dengan panitianya," katanya.

Ditanya apakah ada rencana kembali perpanjangan pendaftaran, ia tak bisa memberikan kepastian. "Kami enggak bisa spekulasi karena pusat kan lagi berusaha maksimal," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar