#beritalampung#beritalampungterkini#pendidikan#guru#kesejahteraanguru#sertifikasiguru#kihajardewantara

Disdikbud Bandar Lampung Harap Program Pendidikan Bisa Sejahterakan Guru 

( kata)
Disdikbud Bandar Lampung Harap Program Pendidikan Bisa Sejahterakan Guru 
Foto ilustrasi. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandar Lampung berharap program pendidikan tahun mendatang dapat menyejahterakan guru. Sebab, hingga kini masih banyak persoalan krusial dan berkaitan dengan guru terutama sumber daya manusia (SDM)-nya. 

"Di antaranya kompetensi, khususnya dalam literasi digital, serta pemerataan guru yang masih menyisakan persoalan, terutama di formasi dan perimbangan pendanaan PPPK yang merupakan program Pemerintah Pusat," ujar Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Dasar Disdikbud Bandar Lampung, Mulyadi, Minggu, 25 Desember 2022. 

Pihaknya ingin agar nanti itu dikembangkan dalam rangka untuk peningkatan kompetensi guru melalui kegiatan secara offline meskipun bisa dilakukan daring.

"Selain itu juga administrasi tetap dipertahankan dengan tidak memberatkan guru, khususnya dalam merancang pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembayaran," ujarnya. 

Baca juga: Lusmeilia Siap Bawa Unila Masuk 10 Besar Universitas Terbaik 

Dia menyampaikan filosofi Ki Hajar Dewantara tetap menjadi roh di pembelajaran dengan prinsip pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.

Beban mengajar guru terutama jam tatap muka bisa dikurangi, misalnya dari 24 jam menjadi 18 agar guru dapat mengembangkan keprofesian berkelanjutan dan asesmen pembelajaran yang lebih baik. 

"Pasal kontroversial yang menjadi RUU Sisdiknas dengan istilah tunjangan sertifikasi tetap dipertahankan agar guru tetap diberikan hak dan sertifikasi profesi sebagai bentuk pengakuan kalau guru selama menjalankan tugas betul-betul profesional seperti profesi yang lain di luar institusi pendidikan. Selain itu, sebagai bentuk penghargaan pemerintah kepada profesi guru yg selama dianggap sebelah mata," katanya. 

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar