#Kekerasan#kekerasan-Anak#Pendidikan

Disdik Panggil Guru Pukul Siswa Satu Kelas

( kata)
Disdik Panggil Guru Pukul Siswa Satu Kelas
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Kalianda (Lampost.co) -- Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan akan panggil guru SDN 1 Handuyang, Kecamatan Natar. Guru tersebut diduga memukuli wajah muridnya satu kelas.

"Kita akan panggil guru berinisal NE tersebut. Bahkan, jika ada waktu saya akan ke SDN 1 Handuyang, Natar, setelah pulang dari Pemprov Lampung," ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Lampung Selatan Hamid Hasan, Jumat, 22 November 2019.

Didampingi Sekdin Pendidikan Lamsel, Kamisan, Hamid Hasan mengatakan pihaknya akan meminta keterangan oknum guru tersebut. Disdik akan menggali apa yang menjadi persoalan hingga guru NE melakukan pemukulan wajah murid satu kelas.

"Kami ingin tahu penyebabnya apa. Bisa jadi guru tersebut punya persoalan rumah tangga. Bahkan, bisa juga ada kelainan pada dirinya," kata Hamid, ketika ditemui di ruang kerjanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPP-PA) kabupaten setempat, Anasrullah menyatakan pihaknya akan melakukan penjangkauan ke sekolah terkait memastikan kabar tersebut.

"Kami akan melakukan penjangkauan ke TKP untuk memastikan kabar tersebut. Kami siap melakukan pendampingan jika orang tua para siswa akan mengadukan ke pihak yang berwajib," tegasnya.

Sebelumnya, diberitakan Lampost.co, kekerasan di lingkungan sekolah terjadi. Peristiwa tersebut terjadi di SDN 1 Haduyan, Natar. Peristiwa tersebut terkuak setelah seorang siswa mengadu pada orang tua.

Salah satu wali murid berinisial M mengaku mengetahui tidak sengaja pada Rabu, 20 November 2019. Ia mengatakan, sang anak bercerita baru saja dihukum guru. Kemudian, menyebut teman-temannya dipukul di bagian wajah oleh guru.

"Saya kira hukuman biasa saja, saat anak saya menyebut temannya dipukul bagian wajah langsung saya pastikan lagi, rupanya dia juga dipukul," jelasnya, Jumat, 21 November 2019.

Menurut keterangannya, sang anak memang kerap bercerita kena hukum di sekolah. Namun, ia tak menyangka hingga separah itu.

"Ia sering bilang (kena hukum guru) di rumah, tapi ya saya kira menjewer biasa, ternyata sampai memukul," kata dia. Menurutnya pemukulan dilakukan kepada semua murid di kelasnya.

Hal serupa juga dipaparkan wali murid lainnya inisial E. Ia menjelaskan selain dipukul, anaknya pun mendapat ancaman dari sang guru. Hal itu membuat anaknya yang duduk di Kelas V SD itu takut melapor pada orang tua.

"Kata anak saya sang guru menantang murid untuk melapor, jika melapor maka akan dikeluarkan dari sekolah," tuturnya.

Atas kejadian tersebut sejumlah wali murid pun mendatangi sekolah pada Jumat pagi, 21 November 2019. Mereka memprotes ke pihak sekolah dan minta pertanggungjawaban.

Menurut sejumlah guru, pihak sekolah dan wali murid telah bermusyawarah. Persoalan tersebut pun kini diselesaikan secara kekeluargaan. Guru yang melakukan pemukulan tidak lagi menjadi wali kelas.

Hingga sampai saat ini kepala sekolah terkait belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi.

Abdul Gafur

Berita Terkait

Komentar