#SMEP

Urusan Biaya Sewa Kios Pasar SMEP Belum Rampung

( kata)
Urusan Biaya Sewa Kios Pasar SMEP Belum Rampung
Pedagang sedang merapikan kios di Pasar Smep, Bandar Lampung, Minggu, 24 Oktober 2021. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandar Lampung masih mengkaji terkait biaya sewa kios dan los di pasar SMEP.

Kepala Disdag Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol mengatakan, soal biaya sewa dikatakan sesuai dengan arahan wali kota. Sebelumnya diusahakan ringan untuk seluruh pedagang.

"Biaya sewa masih menyesuaikan perwali, ada tentang tarif retribusi dan angkanya masih kami kaji, karena mau ada perubahan pada Perwali. Intinya sesuai arahan wali kota tidak memberatkan pedagang," ujarnya, Selasa, 2 November 2021. 

Dirinya mengungkapkan jika mengacu pad Peraturan Wali Kota (Perwali) Bandar Lampung nomor 21 tahun 2018 tentang pengelolaan pasar dan penetapan tarif jasa pengelolaan pasar. Terdapat opsi biaya sewa untuk los dan kios itu harian, bulanan, atau tahunan, sesuai dengan spesifikasi pasar dan fasilitas yang ada. Untuk gedung baru pasar SMEP, ia mengatakan akan menerapkan sewa tahunan namun dengan keringanan pembayaran yang dapat dilakukan dalam beberapa bulan. 

"Sewanya nanti tahunan kalau untuk pembayaran bisa berapa bulan, tapi kalau yang harian itu biaya kebersihan dan salar. Ketika nanti sudah ditetapkan kami beri keringanan juga bisa berapa kali bayar sewa tahunannya," kata dia.  

Sebelumnya diberitakan, pedagang di pasar SMEP Kota Bandar Lampung pertanyakan biaya sewa kios dan los, meskipun dalam beberapa bulan ini hingga akhir tahun sesuai arahan Wali Kota memberikan kelonggaran sewa. 

Diketahui Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana memberikan kebebasan terhadap biaya sewa hingga akhir tahun dan sewa kios atau los pasar SMEP baru mulai aktif di awal tahun mendatang.

Seperti yang dikatakan oleh seorang pedagang Luciani (52), ia menempati kios pada lantai basement sudah sejak Minggu lalu. Ini merupakan penantian bagi dirinya yang sebelumnya sempat berdagang di Tempat Penampungan Sementara (TPS) selama kurang lebih 10 tahun. 

Ia bersyukur sama seperti puluhan eks pedagang pasar SMEP lainnya, meskipun harus menahan rasa sakit ditipu oleh pihak kontraktor yang sebelumnya akan membangun gedung pasar SMEP tersebut. 

"Ya senang akhirnya bisa kembali berdagang di tempat yang baru, lokasinya juga lumayan strategis. Tapi masih menjadi pertanyaan bagi kami berapa nantinya biaya sewa di gedung pasar ini," ujar pedagang kopi cap jempol ini. 

Di kalangan para pedagang pasar SMEP hal ini masih menjadi tanda tanya, pasalnya dengan lokasi yang baru ini mereka masih harus beradaptasi dengan suasana dan konsumen sebab kepindahan lokasi dagang sangat berpengaruh terhadap pembeli. 

"Kalau nantinya dibuat per hari berapa, begitu juga kalau dibuat per bulan berapa. Tapi harapan kami sesuai perkataan ibu Wali Kota beberapa hari lalu diusahakan tidak memberatkan para pedagang," kata dia.  

Hal senada juga dikatakan oleh Narti, pedagang sayuran yang sebelumnya juga berdagang di TPS ini senang akhirnya bisa kembali ke tempat baru, namun harus penyesuaian lagi terhadap pembeli. 

"Beginilah mas masih sepi, saya baru pindah kemarin, yang beli paling sudah langganan tau kalau pindah ke dalam sini. Ya sama belum tahu juga berapa biaya sewa los ini, mudah-mudahan tidak mahal karena kalau di pasar lain per hari itu cuma Rp15 ribu," kata Narti. 

Winarko








Berita Terkait



Komentar