#plastik#dagingkurban#beritalampung

Disbunnak Lampung Imbau Bungkus Daging Kurban Tak Gunakan Plastik

( kata)
Disbunnak Lampung Imbau Bungkus Daging Kurban Tak Gunakan Plastik
Disbunnak Lampung imbau masyarakat tak gunakan plastik untuk membungkus daging kurban. Dok Lampost.co

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Berkurban merupakan kewajiban bagi umat Islam bagi yang mampu dan dilaksanakan pada setiap Hari Raya Idul Adha/hari Raya Kurban. Sebagai pedoman dalam pemotongan Hewan Kurban Pemerintah melalui Kementrian Pertania RI telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian RI No. 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban.


Dalam peraturan tersebut ada beberapa aspek yang harus di perhatikan antara lain memenuhi pesyaratan syariat islam, kaidah Kesehatan Masyarakat Veteriner (kesmavet) dan kaidah Kesejahteraan Hewan (Kesrawan) serta memenuhi syarat administrasi dan syarat teknis. Pemerintah Provinsi Lampung menjamin hewan kurban sehat dan menghimbau kepada masyarakat tidak menggunakan kantong plastik


Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung, Kusnardi mengatakan pihaknya telah membentuk Tim Pemantau dan Pemeriksa Hewan Kurban se-Provinsi Lampung yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/kota dan Organisasi Profesi Terkait terutama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Lampung.


"Tim yang sudah terbentuk ada 803 orang yang terdiri dari 112 Dokter Hewan, 154 Paramedik Veteriner, 491 orang tenaga teknis terkait dan terlatih dan 46 orang relawan yang sudah terlatih dan tersebar di seluruh Kabupaten Kota se-Provinsi Lampung," katanya, Jumat (9/8/2019).


Ia menceritakan tugas tugas tim pemantau dan pemeriksan hewan kurban yakni melakukan pemeriksaan hewan kurban di tempat penjualan/lapak hewan kurban, pemeriksaan hewan kurban di lokasi pemotongan (pemeriksaan ante mortem), pemeriksaan hewan kurban setelah di potong (pemeriksaan post mortem).


Kemudian memberikan informasi dan edukasi (penyuluhan) kepada penjual ternak, panitia kurban terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan ternak di tempat penjualan, sebelum dan setelah dipotong dan distribusi daging kurban agar memenuhi persyaratan syariat Islam, aspek Kesejateraan hewan, aspek kesehatan hewan dan aspek kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet) dan tindakan yang harus dilakukan jika ditemukan penyimpangan dilapangan.


"Kita juga melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan ke dinas teknis terkait sesuai lokasi petugas berada," katanya.


Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat yang berkurban, penjual hewan kurban dan panitia kurban untuk memastikan ternak yang akan dikurbankan dalam kondisi sehat dan telah diperiksa oleh dokter hewan atau petugas terdekat yang ada dan jika diperlukan pemeriksaan dapat menghubungi dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan setempat


Selanjutnya memperlakukan hewan yang akan dijual/dikurbankan sesuai dengan prinsip-prinsip Kesejahteraan Hewan (kesrawan) antara lain: bebas dari rasa haus dan lapar, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari rasa sakit dan kesakitan, bebas dari rasa takut dan tertekan dan bebas mengespresikan prilaku alamia atau yang dikenal dengan Five Freedom principle for Animals.


"Kemudian melakukan penyembelihan dan penanganan serta distribusi daging kurban dengan prinsip ASUH (Aman Sehat Utuh dan Halal) sampai ke penerima kurban," katanya.

 

Triyadi Isworo



Berita Terkait



Komentar