#RPH#daging#beritalambar

Disbunnak Lambar Sosialisasikan Pengaturan Rumah Potong Hewan 

( kata)
Disbunnak Lambar Sosialisasikan Pengaturan Rumah Potong Hewan 
Sosialisasi pengaturan RPH kepada pedagang daging. (Lampost.co/ Eliyah)


LIWA (Lampost.co)-- Guna meningkatkan pemanfaatan terhadap keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH), Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Barat, Senin (25/2/2019), mensosialisasikan pengaturan RPH kepada pedagang daging. 
  
Kabid Peternakan Lampung Barat Al Maarif mendampingi Kadis Tri Umaryani, Selasa (26/2/2019), menjelaskan ada 15 orang pedagang daging yang mengikuti sosialisasi itu. Ke-15 pedagang itu berasal dari semua pasar yang tersebar di Lambar. 
 
Dalam sosialisasi itu, pihaknya menyampaikan tentang maksud dan tujuan serta peran RPH bagi masyarakat terutama untuk pedagang daging. Kemudian pihaknya juga menyampaikan tentang pencegahan pemotongan sapi betina produktif. 
 
Sesuai aturan dalam UU nomor 18 tahun 2009 pada pasal 61 ayat (1) dan (2) bahwa pemotongan hewan yang dagingnya diedarkan maka harus dilakukan di RPH. Kemudian pemotonganya harus mengikuti kaidah kesejahtraan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner serta memperhatikan kaidah agama dan unaur kepercayaan yang dianut masyarakat. 
 
Kemudian sebelum pemotongan, hewan diistirahatkan di kandang penampungan. selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan (ante-mortem). Setelah disembelih dan dinyatakan sehat maka daging diberi stempel yang isinya baik dan layak untuk sikonsumsi. 
 
"Sosialisasi itu intinya adalah untuk mensosialisasikan tentang bagaimana penyediaan daging yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH), " kata dia. 
 

Eliyah







Berita Terkait



Komentar