#SAMPAH#LIMBAH#JAKARTA

Dirjen Pengelolaan Limbah KLHK Sebut Sampah Bisa Jadi Berkah

( kata)
Dirjen Pengelolaan Limbah KLHK Sebut Sampah Bisa Jadi Berkah
Acara Indonesia Green Summit bertajuk Mengelola Sampah Menjadi Berkah yang diselenggarakan secara virtual, Senin, 26 Juli 2021. Dok Lampost.co


Jakarta (Lampost.co) -- Indonesia menghasilkan kurang lebih 60 juta ton sampah pertahun. Dengan angka tersebut, Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara penghasil sampah terbanyak di dunia. Banyaknya timbunan sampah tersebut seharusnya bisa menjadi berkah apabila Indonesia bisa mengelolanya dengan baik.

Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, mengungkapkan, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan, pertama yakni mengelola sampah dari tingkat tapak. Selanjutnya, sirkular ekonomi yang dilakukan berbagai sektor. Terakhir yakni bagaimana sampah bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.

"Kalau ditambah kekuatan 10% untuk pengelolan sampah, Indonesia gak mesti impor bahan baku daur lang pada 2030. Semua bisa produksi sendiri. Untuk itu kesadaran masyarkaat memang tidak boleh berhenti dorong. Agar sampah dipilah dari rumah agar memiliki daya guna," kata Vivien dalam acara Indonesia Green Summit bertajuk Mengelola Sampah Menjadi Berkah yang diselenggarakan secara virtual, Senin, 26 Juli 2021.

Dalam hal ini, dikatakan Vivien pemerintah harus memberikan dukungan penuh kepada masyarakat untuk mengelola sampahnya. Jangan sampai ketika masyarakat sudah memilah sampahnya dari rumah, akhirnya sampah tersebut akan menjadi sia-sia dan berakhir menjadi timbulan limbah yang tidak bermanfaat.

"Bagaimana akhirnya pemerintah bisa menghubungkan bank sampah ke pihak yang mendaur ulang. Selain itu, harus memberikan insentif terhadap bank sampah. Kalau mereka bagus, maka akan kami berikan insentif seperti sarana dan prasarana atau kunjungan ke luar negeri," beber Vivien.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengungkapkan, di tingkat pemda, berbagai upaya pengelolaan sampah telah dilakukan. Ia menyatakan di kota Bogor sendiri difokuskan untuk mengelola sampah dari hulu, agar mendorong warga memilah dan memilih sampah.

"Kami telah menjalankan program Bogor tanpa kantong plastik sejak 2019. Kamu mulai tahun depan, tepatnya awal tahun, memberlakukan aturan itu di pasar tradisional," kata Bima.

Selain itu, sampah organik yang jumlahnya 60% dari total sampah yang dihasilkan di kota Bogor juga dikelola dengan mengolahnya menjadi bahan pakan ikan maupun pupuk.

Dengan upaya-upaya yang telah dilakukan, Kota Bogor mampu menurunkan sampah yang dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA) sebesar 16% pada 2020.

"Pada 2020 kami target penurunan sampah sampai 20% Insya Allah," ucap Bima.

Baca juga : Pengelolaan Sampah Bisa Datangkan Keberkahan

Selain peran aktif pemerintah daerah, peran aktif sektor privat untuk mengelola sampah menjadi berkah juga merupakan kunci penting. Salah satu perusahaan yang mewujudkan tanggung jawabnya untuk mengelola sampah yakni PT Astra International Tbk ESR Division PT Astra International Tbk, Diah Suran Febrianti, mengungkapkan, pihaknya memiliki sebanyak 87 binaan bank sampah di Indonesia yang ikut berkontribusi dalam pengelolaan sampah khususnya sampah plastik. Adapun selama beberapa tahuun berjalan, sudah sebanyak 370 ton sampah yang dikelola.

Selain itu, Diah mengungkapkan pihaknya tengah melakukan pengelolaan sampah plastik menjadi bahan bakar untuk pengoperasian kapal perahu. Adapun program tersebut dilakukan di Pulau Pramuka yang dijadikan sebagai pilot project.

"Dalam seminggu bisa dihasilkan 40 liter bahan bakar, tapi bergantung dari ketersediaan plastiknya. Ini mernarik karena sampah di kepulauan ini biasanya dibawa kembali ke daratan dan diolah di sana. Tapi sampah itu kini beberapa bisa langsung diolah sendiri di sana, selain itu tetap melakukan edukasi pengurangan sampah plastik," beber Diah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar